Pesta Demokrasi: Hasil Pemilu 2024

Pada tanggal 14 Februari 2024 masyarakat Indonesia telah menunaikan pesta demokrasi terbesar yang diadakan tiap 5 tahun sekali, yaitu melakukan pemilihan serentak Presiden dan wakil rakyat untuk periode 2024 hingga 2029. Sewaktu pemilihan tersebut, kalian pilih paslon nomor berapa?

Perolehan Quick Count

Kurang lebih 12 jam setelah pemungutan suara, perolehan suara sementara sudah muncul. Pada saat ini terpampang paslon nomor 02 mempunyai suara lebih tinggi dibandingkan paslon nomor 01 dan nomor 03. Sedangkan paling buntut berada pada paslon 03.

Data yang saya ambil dari KPU per tanggal Kamis 22 Februari 2024 pukul 23.00 WIB yaitu sebagai berikut.

Dimana pasangan Prabowo Gibran menempati urutan pertama sebesar 58,89%. Urutan kedua ditempati oleh Anies Muhaimin sebesar 24,06%. Sedangkan urutan ketiga ditempati oleh Ganjar Mahfud sebesar 17,05%. Dimana total sudah ada 619.579 TPS yang sudah di hitung dari total 823.236 TPS, atau progress sebesar 75,26%.

Presiden 2024

Jika melihat dari perolehan persentase hingga hari ini, maka bisa dipastikan calon presiden 2024 yang akan terpilih adalah Prabowo dan Gibran. Jadi menurut saya siapapun presiden kita nanti mari kita hormati hasil pemilu yang sudah diadakan 14 Februari lalu dan mari kita move on dari pertikaian antar paslon. Karena seberapa suka kamu membela presiden, tetap saja kamu harus cari makan sendiri, cari pekerjaan sendiri, cari jodoh sendiri, kecuali kamu keluarga pejabat atau keluarga presiden.

Merapat ke Pemerintah

Dari hasil quick count sudah terlihat siapa yang bakal menjadi calon presiden 2024. Jika kita melihat perjalanan Pak Prabowo, sebagian masyarakat mungkin masih merindukan pemerintahan Joko Widodo. Kita harus ingat kalau di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, infrastruktur Indonesia benar-benar sangat jauh di upgrade dan sudah di bangun hampir di seluruh Indonesia.

Sehingga, banyak rakyat yang mungkin dulu tidak mencoblos Pak Jokowi namun merasakan pembangunan serta visi misi Pak Jokowi dalam memimpin Indonesia, bisa jadi mereka berbalik memilih paslon 02 karena merasa berterima kasih oleh Pak Jokowi. Karena menurut pernyataan paslon nomor 02 mereka akan melanjutkan pembangunan Presiden serta menyempurnakan yang belum sempurna.

PDIP Menang

Melihat statistik yang ada, bahwa perolehan suara berdasarkan partai seperti ini. Data ini saya ambil dari organisasi statistik LSI Denny JA.

1. PKB: 10,56%
2. Partai Gerindra: 13,43%
3. PDIP: 16,82%
4. Partai Golkar: 14,93%
5. Partai NasDem: 9,45%
6. Partai Buruh: 0,83%
7. Partai Gelora: 1,256%
8. PKS: 8,36%
9. PKN: 0,46%
10. Partai Hanura: 0,96%
11. Partai Garuda: 0,50%
12. PAN: 6,59%
13. PBB: 0,47%
14. Partai Demokrat: 6,98%
15. PSI: 2,71%
16. Perindo: 1,38%
17. PPP: 3,88%
24. Partai Ummat: 0,45%

Dari total 24 partai politik, ada 3 partai besar yang mendapatkan keuntungan. Diantaranya 1. PDIP 2. Golkar dan 3. Gerindra.

Anomali PDIP Menang, Ganjar Tumbang

Sebagai orang awam saya ingin mencoba menjawab mengapa suara PDIP menang dengan rata-rata antara 16-18% suara di semua organisasi quick count, sedangkan suara pemilihan presiden Ganjar Mahfud (paslon 03) malah tumbang.

Sebagai pendukung partai banteng dan pendukung Ganjar Mahfud, pasti banyak yang akan menilai bahwa suara paslon 03 kalah dikarenakan adanya kecurangan. Karena bagi mereka pendukung loyal paslon 03 sangat tidak mungkin partai sebesar PDIP dalam legislatif menang, tapi dalam presidensi malah suaranya kalah. Kok bisa?

Menurut saya para simpatisan PDIP sangat besar, namun bukan berarti karena Bu Megawati. Sepertinya orang masih banyak yang memilih PDIP karena history bapak bangsa Indonesia ini adalah Soekarno. Mereka masih menghargai hal itu. Namun di satu sisi, banyak pendukung setia partai yang loncat ke paslon 02 karena alasan logika dan cara berpikir.

Kalau saya ke kampung di Jawa Tengah, saya pastikan mayoritas masyarakat bakal memilih partai PDIP. Karena mereka masyarakat kecil yang taunya PDIP ya partainya Soekarno, bapak pendiri bangsa. Bukan karena yang lain. Tapi itu sebatas daerah yang saya tahu, bisa jadi daerah yang lain mungkin berbeda loh ya.

Akhir Pesta Demokrasi

Jadi akhir kata, semoga pesta demokrasi ini lancar dan tidak menimbulkan kerusuhan. Boleh kawal boleh saling curiga, tapi bukan berarti saling menghasut dengan pembenarannya masing-masing. Karena saya lihat para elit partai mulai gerah dan grasak-grusuk bikin pernyataan macam-macam.

Pemilu yang saya tahu, yang kalah akan mengatakan ada kecurangan pada yang menang. Lalu akan menggugat ke MK, atau hak angket atau apapun lah itu.

Saya juga mengakui pasti ada deh kecurangan di beberapa TPS seperti angka fiktir, peserta coblos fiktif, atau apapun itu yang sifatnya dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab. Tapi sejak belasan tahun lalu saya ikut pemilu ya selalu begitu terus.

Oke anggaplah ada yang curang misal paslon 02. Suara sudah 58%. Biasanya klo pun ada yang curang itu paling hanya mempengaruhi sedikit sekali suara. Saya pastikan kalau pun curang tidak lebih dari 2% suara. 1% suara bisa mewakili 2 jutaan suara dari total 220 juta pemilih aktif atau kira-kira ada 4 juta suara fiktif misalnya. Itu pun masih jauh…

Jadi ayo kita move on, saya yakin pilihan anda ada yang tidak terpilih, saya pun demkian mari back to reality 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *