Mau Sedekah Tapi Ada Minimal

Baru-baru ini di iklan Youtube saya melihat iklan dalam durasi 5 detik yang isinya meminta sumbangan untuk pengajian atau untuk santri. Entah itu kekurangan air, kekurangan kitab suci, atau lainnya yang sifatnya dibutuhkan mengejar pahala. Konsepnya bagus dan unik, namun ada sesuatu yang aneh.

Disclaimer

Sebelum membaca lebih lanjut saya berikan disclaimer terlebih dahulu. Pertama ini bukan masalah agama, jadi tidak membicarakan agama. Kita hanya membicarakan konsep sedekah namun ada tapinya. Bagi kalian yang kurang kerjaan ingin menjadi penceramah atau ingin jadi dosen / guru agama silakan komeng di sosial media.

Memanfaatkan teknologi

Cara bersedekah namun dengan memanfaatkan teknologi adalah cara yang wajib kita tiru. Apalagi dengan teknologi jangkauan bukanlah suatu masalah lagi. Kecepatan bukanlah jadi masalah. Kepastian dan audience untuk sedekah bisa lebih luas dan berkah.

Kita bisa katakan sedekah zaman now ini adalah sedekah digital. Artinya, bersedekah namun lewat digital. Pembayaran pun juga sudah banyak pilihannya. Contoh bisa transfer bank, bisa pakai dompet digital, bisa QRIS, kartu kredit, dan banyak.

Ketentuan lain

Tapi maaf kata, sedekah yang saya tahu adalah secara ikhlas memberikan sebagian harta kita ke orang lain yang lebih membutuhkan. Sedangkan sedekah digital yang ada saat ini ditentukan dengan minimal nominal yang harus di sedekahkan. Artinya, jika nominal yang ditentukan melebihi keikhlasan kita bisa jadi sedekahnya tidak afdol?

Ada platform yang memberikan nominal sedekah 50k, masih oke dan ikhlas. Ada juga minimal harus 100k dan ini jujur saja agak memberatkan. Terlepas dari nominal minimal yang harus di sedekahkan, kenapa harus ditentukan minimalnya? Apakah orang yang niat bersedekah namun dengan menentukan minimal transfer sudah benar-benar dikatakan sedekah yang afdol? Apakah sedekah dengan minimal sudah menjadi standard digital saat ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *