Fakta Sesungguhnya Palestina dan Israel

Mendenger cerita Bang Onim yang menceritakan pengalaman sesungguhnya ketika sepulang dari Gaza, Palestina, nampaknya harus menjadi perhatian khusus untuk kita semua. Secara garis besar, beliau menggaris bawahi bahwa adanya perang yang berlangsung di daerah Gaza, murni bukan tentang agama. Kalau kamu mengira demikian, berarti kamu termasuk yang sudah terprovokasi barat.

Berikut adalah beberapa fakta menarik yang saya sendiri rangkum dari perjalanan dan pernyataan saksi hidup Bang Onim setelah sepulang dari Gaza.

7 Oktober

Tanggal 7 Oktober 2023 adalah tanggal bersejarah bagi Palestina, khususnya yang tinggal di daerah Gaza. Daerah yang notabene adalah daerah yang di isolir oleh pihak Israel, dan semua kegiatan baik itu ekonomi, politik, dan sebagainya dibatasi oleh Israel. Di tanggal tersebut pecah perang antara Hamas dan tentara Israel.

Peran PBB

Sayangnya tidak ada peran yang bisa kita katakan berguna dari PBB. Persatuan Bangsa Bangsa yang notabene seharusnya bisa menjadi solusi antar negara yang sedang berperang, kini sudah seperti orang linglung dan tidak dapat diandalkan. Padahal faktanya sudah ada lebih dari 160 negara yang menyetujui resolusi kedamaian dan kemerdekaan untuk Palestina.

Hal ini karena kunci dari aksi PBB sebenarnya berpusat di Amerika. Namun jika Amerika bersekutu dengan Israel dengan cara menyuplai dana dan senjata ke sana, apa mau dikata karena Amerika punya hak veto. Padahal Indonesia yang menjadi dewan tidak tetap keamanan PBB sudah bersuara lewat Ibu Menlu Retno Marsudi, jelas mengutuk aksi tersebut.

Pejuang Palestina

Menurut cerita Bang Onim lewat podcast CLOSE THE DOOR, menceritakan dari perang hari pertama 7 Oktober hingga hari ke 27, pejuang Palestina tidak terlihat mencolok di tengah masyarakat kota Gaza.

Pejuang Palestina ini terdefinisikan sebagai pejuang militer Hamas dan Fattah. Beserta dengan gerilyawan Palestina.

Menurut Bang Onim terkait perjuangan saat ini, mungkin ini adalah perang terdahsyat yang ada selama kurang lebih 13 tahun tinggal di Gaza.

MER-C Rumah Sakit Indonesia (Asy-Syifa)

Beberapa hari yang lalu pihak Israel mengklaim bahwa ada ruangan bawah tanah yang menjadi markas dari Hamas. Kemudian ada indikasi kalau pejuang Hamas bersembunyi di bawah rumah sakit Indonesia. Tidak hanya sekedar memfitnah, namun secara jelas pihak tentara Israel ingin merudal rumah sakit yang dibangun atas uang donasi masyarakat Indonesia.

Faktanya menurut Bang Onim, ruangan di bawah rumah sakit memang ada. Namun tempat itu digunakan untuk beberapa fasilitas yang penting seperti laboratorium, penyimpanan obat (karena harus steril), penyimpanan alat kesehatan, dan penyimpanan cadangan bahan bakar solar untuk generator. Bang Onim sendiri yang menjadi saksi bantuan tersebut disalurkan dan disimpan.

Tidak Merata Informasi

Pemutusan jaringan komunikasi baik itu saluran telepon dan internet selama peperangan 7 Oktober 2023 berlangsung memang sengaja dilakukan oleh pihak militer Israel. Hal ini bertujuan agar informasi yang ingin disampaikan ke dunia terhadap situasi yang ada di Gaza tidak 100% merata. Hal ini diungkap oleh cerita Bang Onim.

Tidak ada warga di Gaza yang melakukan sumpah serapah untuk mengutuk militer Hamas terhadap apa yang sudah terjadi. Karena menurut beliau, dari generasi ke generasi sudah terbiasa dilantunkan ketika ingin meraih kemerdekaan, tentu harus ada yang dikorbankan.

Perbandingan Militer Israel vs Pejuang Palestina

Fakta yang mencengangkan di ungkap oleh Bang Onim ketika menceritakan perbandingan kekuatan militer Iserael dengan pejuang Palestina. Militer Israel dikenal dengan kekuatan militer terkuat no 4 di dunia, karena mempunyai alat dan teknologi yang sangat canggih dalam pertahanan militer. Sedangkan pejuang Palestina tidak demikian. Perbandingannya bagaikan langit dan bumi.

Syarat Bergabung Pejuang Palestina

Jika saya cek informasi yang ada di internet, tidak ada informasi secara pasti bagaimana cara bergabung dengan pejuang Palestina. Namun Bang Onim ternyata tidak sengaja memberitahu salah satu syarat untuk bergabung bersama pejuang Palestina.

Katanya salah satu syarat paling mudah adalah harus hafal Al Quran antara 17-20 juz. Namun ada fakta lain yang lebih mencenangkan. Mereka tidak membolehkan orang dari negara lain bergabung dengan mereka, karena prinsip mereka adalah orang asing biarlah di luar dan tetap memberikan doa yang terbaik. Karena menurut Bang Onim para pejuang Palestina ini sudah mengetahui denah peta dan kekuatan militer lawan. Bisa jadi orang asing ini bisa menambah penderitaan atau menjadi beban saja.

Genosida

Perang yang saat ini bergejolak pada hari yang ke 30 dan seterusnya nampaknya bukanlah sesuatu yang kita sebut dengan peperangan. Beberapa faktanya :

  1. Sekolah di bom.
  2. Mobil sekeluarga mengungsi ditembaki hingga meninggal.
  3. Rumah sakit di bom.
  4. Gereja tertua ke 3 di dunia di bom.
  5. Rumah warga di rudal secara massif.
  6. Adanya zona pembantaian (bagi yang melintas) di tepi pantai.
  7. Tim medis dan pasien di bom dan ditembaki.

Jadi pesan penulis saat ini, mari kita doakan masyarakat di Gaza tanpa memandang agama, agar mereka bisa selamat dan tercapainya genjatan senjata. Karena murni ini bukan masalah agama. Ini karena masalah kemanusiaan. Ingat, Indonesia mempunyai prinsip anti penjajah, penjajahan harus dihapuskan di seluruh dunia. Itu pesan UUD1945 kita, bukan pesan segelintir orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *