Doxing: Ancaman Nyata di Internet

Buat kalian yang sering beraktifitas di dunia Internet, biasanya tidak asing dengan istilah doxing. Istilah ini sebenarnya berasal dari bahasa Inggris, namun beberapa tahun terakhir semakin populer di kalangan netizen. Dengan pertumbuhan internet dan konten yang cukup tinggi di Indonesia, maka kita wajib tahu dengan istilah ini.

Istilah

Doxing atau doxxing berasal dari kata bahasa Inggris yang artinya dokumen (document) namun dipersingkat dengan pengetikan dox. Jika di kutip dari Wikipedia, istilah ini muncul pertama kali pada tahun 90-an dimana para hacker mengumpulkan informasi pribadi terhadap targetnya.

Namun secara pengertian, istilah doxing atau doxxing (menurut definisi saya) mempunyai arti tindakan yang dilakukan di media internet (entah itu posting/rekayasa text, gambar, atau visual) baik itu penelitian atau penyebarluasan informasi pribadi secara publik terhadap identitas individu seseorang.

Bahaya Doxing

Sebelum kita membahas bahaya doxing, kita harus tahu bahwa konsep internet itu sesuatu yang dapat menyebar dengan sangat cepat. Kedua, sesuatu yang sudah melekat pada internet dalam kurun waktu yang tidak singkat, maka sangat sulit dan bisa dikatakan mustahil untuk menghapus konten (text, gambar, suara, dsb) tersebut.

Jika kita misalkan kita adalah idol virtual yang notabene adalah anonim artis, kemudian ada yang kepo dan mencari tahu identitas diri kita kemudian sampai menyebarkan ke media yang penuh dengan pengguna komunitas, bisa berbahaya.

Ada beberapa skenario yang bisa dihasilkan dari kasus di atas. Bisa saja ada orang yang kebetulan fans berat kamu, lalu segala urusan administratif di dunia nyata dipermudah. Atau mungkin saking fans berat kamu, dia malah terkena syndrome si yang paling tahu. Dimana dia bakal melakukan pembocoran identitas kamu secara perlahan kepada pengguna lain atau komunitas.

Tindakan Mitigasi

Jika kalian bertanya tindakan preventifnya apa, saya rasa enggak ada. Karena yang sudah kita bahas sebelumnya, ketika ada konten di internet menyebar, maka sangat sulit untuk di hentikan, bahkan hampir mustahil. Adapun yang bisa kita lakukan ketika sudah mulai terkena indikasi doxing adalah melakukan mitigasi.

Mitigasi artinya meminimalisir efek yang ditimbulkan oleh doxing yang dilakukan oleh si pelaku. Jika melanjutkan kasus di atas, kamu adalah seorang virtual idol, maka salah satu bentuk mitigasinya adalah jangan melakukan claim atas larangan apapun itu.

Lakukan hiatus untuk mengurangi dampak doxing. Biasanya kasus doxing itu bukan berarti orang ingin mencelakai kamu, namun rasa meng-idol-isasi si pelaku tidak terbendung dan akhirnya berakhir dengan kepo pada level yang berlebihan.

Masa bodo adalah salah satu tindakan mitigasi yang paling mudah dilakukan. Dengan tidak melakukan claim atas apapun itu video benar atau salah, dan tetap berkarya adalah yang paling mudah dilakukan. Namun sepertinya tidak semua orang dapat melakukan hal tersebut.

Berdiskusi pada management agensimu, dan minta bantuan. Namun ada saatnya ketika (mungkin) kamu berada di level yang sangat terkenal dan hampir semua orang mengenalimu, maka ada saatnya kamu harus melakukan pertimbangan yang cukup sulit.

Terima kasih sudah membaca. Semoga membantu kalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *