Pilih VPS OpenVZ Atau KVM?

Memasuki tahun 2022 namun topik pemilihan VPS OpenVZ atau KVM faktanya tidak bosan-bosannya kita bahas. Karena masih banyak orang yang kini beralih ke VPS namun masih bingung dalam memilih paket yang sesuai dengan perusahaan atau projek yang ia kehendaki. Di sini saya membantu kalian dalam memilih berdasarkan kegunaan, dan tidak merekomendasi provider VPS manapun. Itu hak kalian mau membeli provider yang mana.

Secara virtualisasi, baik itu OpenVZ (VZ7) atau KVM mempunyai arsitektur yang benar-benar berbeda. Kamu bisa mencari detailnya lewat internet dan secara pengertian teknis dan komplex kamu bisa mengetahui perbedaan arsitektur yang saya maksud. Tapi kali ini saya tidak akan menjelaskan arsitektur yang ada secara teknis. Saya akan jelaskan dengan bahasa awam dan sesederhana mungkin.

DISCLAIMER : Tujuan saya membuat postingan ini bukan untuk mempromosikan suatu provider VPS atau berdagang VPS ya. Namun memberikan pandangan yang lebih luas lagi terhadap dua teknologi yang dominan ada di Indonesia ini.

VPS OpenVZ

VPS tipe ini biasa disebut juga dengan kontainer VPS, atau Virtuozzo VPS. Saya tidak akan menjelaskan secara panjang lebar darimana dan cerita ini bisa tercipta. Namun secara umum VPS OpenVZ bisa dikatakan merupakan solusi terhadap server yang mempunyai tradisional usage. Maksud saya seperti penggunaan web server, penggunaan database, aplikasi tradisional lainnya yang tidak membutuhkan support kernel.

Dalam arsitektur Linux secara umum, kernel adalah core dari sebuah sistem operasi. Pada beberapa aplikasi yang sifatnya komplex ada juga yang membutuhkan dukungan kernel. Sedangkan jika kamu menggunakan VPS dengan virtualisasi OpenVZ, menggunakan dukungan kernel secara komplex pada beberapa aplikasi khusus tentu tidak bisa.

Dari segi harga bisa dikatakan VPS OpenVZ lebih murah ketimbang VPS KVM. Karena pada proses pelaksanaannya, VPS OpenVZ bisa melakukan overselling resource dan menentukan garansi RAM yang dibutuhkan dan Burstable RAM yang ditentukan. Secara skala bisnis, VPS OpenVZ bisa lebih untung ketimbang KVM. Namun pada prakteknya, kebanyakan orang lebih memilih KVM ketimbang OpenVZ karena dari segi arsitektur virtualisasinya.

VPS KVM

VPS tipe ini bisa dikatakan sebagai Semi Dedicated. Walaupun tidak sepenuhnya istilah ini benar, namun faktanya beberapa penyedia VPS di Indonesia secara terang-terangan memberikan deskripsi seperti itu. VPS KVM mungkin adalah satu-satunya virtualisasi VPS yang paling dibutuhkan oleh kebanyakan orang, baik itu di skala bisnis maupun skala organisasi. Hal ini karena KVM mempunyai kemampuan isolasi yang baik antara kernel VPS satu dengan yang lainnya.

Berbeda dengan OpenVZ, KVM lebih stabil dan lebih boros. Kalau dalam 1 host node OpenVZ dengan resource RAM yang sama bisa menampung 20 VPS, namun dalam 1 host node KVM dengan reosource RAM yang sama hanya bisa menampung 16-18 VPS saja (tidak sampai 20). Mengapa demikian? Hal ini karena letak arsitektur KVM yang sifatnya mengisolir antara kernel satu dengan yang lainnya, sehingga setiap KVM vps yang terbuat running dengan alokasi RAM nya masing-masing.

Dilihat dari segi harga, VPS KVM cenderung lebih mahal ketimbang VPS OpenVZ. Karena sifatnya yang dapat mengisolir kernel VPS satu dengan yang lainnya, karakteristik ini sangat dibutuhkan bagi para pengguna yang ada di kalangan bisnis dan skala besar perusahaan. Pada umumnya, mereka akan menggunakan VPS KVM untuk menjalankan aplikasi internal atau aplikasi yang ada yang membutuhkan dukungan kernel secara komplex.

Nah sekarang sudah lumayan tahu kan, perbedaan diantara arsitektur VPS di atas?

Leave a Reply

Your email address will not be published.