cPanel: Built-in Backup cPanel

Sudah lama tidak memposting tentang cPanel, sekarang saatnya kita membahas sedikit tentang backup cPanel. Secara default, cPanel memiliki fitur built-in backup yang memang sudah disediakan oleh cPanel. Fitur tersebut sebenarnya adalah fitur full backup yang bisa kalian pilih, mau incremental, atau full backup, atau compressed. Semua tergantung kalian. Kita akan bahas bagusnya seperti apa.

Pentingnya Backup

Secara garis besar, backup sangat esensial dan penting, karena yang namanya barang elektronik dan digital adalah ciptaan manusia. Kita tidak tahu apapun bisa terjadi jika adanya faktor x. Dimana faktor x ini kita juga tidak tahu kapan akan ke trigger dan efeknya bakal seperti apa. Jadi backup sangat penting dalam hal ini, apa lagi teman-teman yang punya website perusahaan.

Built-in Backup

Pada cPanel, terdapat fitur backup yang bisa diakses dari interfae WHM dengan menggunakan akses root. Pada fitur ini terdapat beberapa opsi pengaturan backup yang tersedia. Apakah ingin full backup atau incremental. Apakah ingin compressed atau tidak, dsb.

Kebanyakan pengguna cPanel tentunya akan memilih full backup compressed, karena mudah. Kemudian pemilihan backup biasanya akan menggunakan opsi daily backup dengan full backup option. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Karena dari segi disk, tentunya akan cepat habis dan butuh disk space yang cukup banyak untuk mengakomodir banyaknya backup yang dapat di tampung.

Menurut saya cara ini bukan hal yang optimal karena bakal memakan banyak disk untuk ke depannya dan jangka panjang. Akan lebih baik lagi dengan menggunakan server yang berbeda untuk backup dengan ram yang kecil saja, namun opsi disk space besar. Misal 100 GB, 150 GB, 200 GB atau lebih dari 200 GB.

Kemudian opsi backup hanya melakukan zip atau compressed di path folder public_html saja, lalu transfer rsync atau ftp ke server dengan storage besar untuk daily. Lalu gunakan custom script untuk melakukan dump secara otomatis di jam tertentu, lalu transfer rsync atau ftp ke server dengan storage besar untuk daily. Menurut saya hal tersebut lebih efektif ketimbang backup di server lokal (yg sama) dan memakan disk yang cukup banyak sekali tiap harinya.

Server Backup

Untuk penggunaan server backup, sangat di sarankan menggunakan server dengan ram yang tidak terlalu besar, mungkin 1 GB atau 2 GB saja, namun di prioritaskan untuk disk space skala besar. Di atas 100 GB hingga 500 GB dengan high availability dan high speed port.

Pemilihan opsi server backup juga harus cermat. Misalnya teman-teman punya server lokal indonesia dengan bandwidth 100 Mbps IIX (Lokal Indonesia), kemudian internasional 10 Mbps shared. Jika dilihat, tidak mungkin mencari server backup di luar lokasi Indonesia, karena kapasitas bandwidth internasional yang diberikan hanya 10 Mbps shared. Oleh karena itu, dalam hal ini kita harus mencari server backup di lokasi Indonesia dengan prioritas kapasitas disk yang cukup besar.

Mungkin itu saja saran yang ingin saya sampaikan. Intinya adalah yang saya jelaskan untuk efisiensi projek IT pada perusahaan atau projek kalian sendiri. Karena walaupun uang dapat di keluarkan dengan mudah, sebisa mungkin kita harus melakukan efisiensi, jadi mungkin dana bisa di alokasikan hal lain yang bisa menunjang projek.

Leave a Reply

Your email address will not be published.