Apa bedanya mod_php, php-fpm, dan Suphp

Kebanyakan dari teman-teman blogger wordpress (menggunakan hosting sendiri) atau para pencari hosting gratisan (hehehe) biasanya kan sudah familiar dengan istilah di topik di atas. Apa pernah terpikir apa sih bedanya?

module php-fpm

Banyak juga saya melihat di forum dan postingan orang, kalau mereka memberikan rekomendasi dan opini layaknya pak profesor (widiw) argumen dengan style kerena tapi belum diuji kebenarannya, bahkan terkesan asbun. Tapi tidak apa, selama masih koridor kebenaran dan berniat menolong orang hihihi. Kali ini kita akan bahas perbedaan dan sedikit penjelasan dari ketiga kata familiar namun asing tersebut.

Saya sendiri juga sebenarnya bukan orang yang jago dalam definisi ini, namun karena sering bekerja di environment itu, mau tidak mau jadi terpaksa tahu karena menerapkan dan mencoba performa dan fungsi dari ketiga istilah familiar namun asing tersebut. Saya akan mencoba menjelaskan berdasarkan pengalaman dengan kata-kata yang mudah dimengerti (bahasa bumi).

mod_php

Jika kamu berpikir kalau mod_php adalah bagian dari php maka kamu benar, namun kurang tepat. Bingung? Tepatnya mod_php adalah salah satu module pada Apache (httpd) sebagai engine untuk web server.

Lebih tepatnya mod_php adalah komponen dari Apache yang menghandle proses php. Dengan kata lain, mod_php nemplok dengan Apache sebagai bagian dari Apache dan disuruh untuk mengerjakan php. Dengan kata lain, Apache tersebut bekerja lebih extra dan membutuhkan lebih banyak memory.

Kebanyakan aplikasi website bisa bekerja dan running jika menggunakan php handler sebagai mod_php. Efek lainnya, konsumsi RAM pada server akan membengkak dari biasanya. Efek bagusnya, semua aplikasi website sangat jarang mengalami masalah, kecuali time out karena limit memory.

php-fpm

Module ini sangat berhubungan dengan CGI dan FastCGI namun berbeda konsepnya dengan mod_php. Module php-fpm menggunakan proses sendiri ketika ingin memproses ekstensi web berbasis php.

Karena mempunya proses sendiri, php-fpm sangat independent dan tidak bergantung pada proses apapun. Dengan kata lain, baik itu Apache dan php-fpm mempunyai basis proses sendiri-sendiri (tidak sekamar). Dengan demikian kinerja Apache dan php-fpm bisa maksimal. Dengan terpisah, pemrosesan semakin cepat dalam waktu relatif singkat.

php-fpm mempunyai pool sendiri layaknya Apache. Bisa ditentukan performa dari php-fpm berdasarkan spesifikasi server atau banyaknya pengunjung atau bahkan berdasarkan kebutuhan web aplikasinya.

Suphp

Suphp biasanya digunakan pada platform cPanel dan terkenal cukup strict. Hal tersebut karena Suphp ketika memproses php dari web aplikasi hanya dapat dijalankan ketika permission tersebut sama.

Bagi orang yang paranoid, hal tersebut sangat bagus. Karena dengan menggunakan handler Suphp maka bisa mengurangi resiko kerusakan website seperti hack atau deface atau spam. Namun bukan berarti tidak pernah mengalami masalah ya.

Kebanyakan kasusnya Suphp sering menyerang tuannya sendiri karena permission. Bagi sebagian orang, hal ini sangat tidak nyaman karena suka error belum lagi ketika dikejar project dan target.

Saya sendiri memakai Suphp hanya hitungan jari, karena biasanya setelah server dipasangi handler Suphp maka akan muncul masalah lain yang bikin anda bingung dan kadang pusing.

Nah dari ketiga bagian tersebut kini kita sudah tahu kan perbedaan dari ketiga php handler tersebut. Jika ditanya mana yang lebih bagus, sayangnya saya gak bisa jawab. Karena bagus atau tidak, kondisinya berbeda dari kebutuhan tiap orang. Namun selama ini saya selalu menggunakan php-fpm  untuk memproses web aplikasi dan hasilnya cukup memuaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.