Bisakah 512 MB di install sentora control panel?

Setelah menulis tentang cara install sentora di centos 7 pada topik sebelumnya, kita akan membahas yang lebih spesifik dan lebih kritikal lagi pembahasannya. Apakah bisa dengan RAM 512 MB + 512 MB SWAP di install sentora?

Kita belum tahu jika belum mencobanya. Namun setelah kita sudah mencoba install sentora dengan menggunakan 512 MB ram, akhirnya sekarang akan saya jawab.  Jawabannya adalah bisa. Mungkin kamu bakal heran dan kaget lalu sambil berbisik dalam hati “kok bisa yah?” di forum sentora saja sudah dibilang tidak ideal dan tidak bisa.

Jawaban bisa menurut pengertian saya adalah memasang sentora control panel berbasis kebutuhan minimal. Maksudnya, jika hanya untuk menjalankan website secara kecil dengan kebutuhan dan fungsi yang tidak terlalu mendesak (bukan project) tentu bisa. Namun jangan disamakan ketika kamu akan memasang wordpress hingga 5 website dan rata-rata statistik pengunjungnya per hari antara 100 – 1000 pengunjung. Jelas dengan VPS 512 MB tidak akan kuat.

VPS 512 MB bisa dipasang untuk kebutuhan 1-3 website wordpress namun dengan catatan. Website atau blog tersebut hanya untuk skala kecil dan bukan untuk trafik dan pengunjung yang sangat besar. Lalu tidak terlalu banyak file statik dengan ukuran besar.

Statistik setelah install sentora

Ketika sudah memasang sentora, saya cek ternyata RAM yang tersisa cukup banyak.

[root@kentut ~]# free -m
 total used free shared buff/cache available
Mem: 512 123 287 0 101 344
Swap: 512 0 512
[root@kentut ~]#

Dari 512 MB ternyata sudah terpakai lebih dari 50% hanya untuk menjalankan service dari engine sentora itu sendiri. Sisa memory RAM sekitar 287 MB dari 512 MB dimana swap masih belum tersentuh sama sekali. Biasanya swap digunakan ketika RAM yang digunakan sudah mencapai 60-70% tergantung settingan swap happiness.

Tidak ada reverse proxy

Sentora sayangnya tidak menggunakan teknologi reverse proxy untuk engine mereka. Reverse proxy di sini yang saya maksud adalah NGINX (dibaca engine X). Pada dasarnya NGINX bekerja sebagai reverse proxy dan bertugas untuk membaca file yang sifatnya statik. Namun NGINX tidak memproses file ekstensi php.

File statik yang dimaksud seperti file gambar berupa jpg, jpeg, png dsb. File MIME dengan ekstensi lebih luas lagi seperti mp3, mp4, ogg, wav, mkv, html, htm dan sebagainya selain php.

Dalam hal ini, sentora ketika melakukan proses script baik itu html, jpg atau php semuanya langsung ke apache. Entah berapapun itu besarnya file, pastinya makin besar file yang di proses, maka makin besar juga jumlah RAM yang dibutuhkan untuk memproses halaman tersebut. Hal ini sebenarnya kurang efisien, karena jelas membuang banyak resource VPS hanya membuka beberapa halaman saja. Secara otomatis, sentora membutuhkan RAM yang besar.

Tidak ada fail2ban

Perlu kamu tahu, sentora control panel tidak memiliki yang namanya security level web. Dalam hal ini tidak ada yang namanya fail2ban atau mod security. Secara harfiah bagus, karena tidak memberatkan server. Menggunakan fail2ban juga membutuhkan extra memory karena real time membaca file log dan memproses action berdasarkan rule yang sudah dibuat.

Namun ketika mendapati serangan bruteforce seperti seseorang memaksa masuk website tertentu hingga kesekian kalinya tanpa adanya aksi pemblokiran, malah berdampak lebih parah ketimbang memasang fail2ban.

Penggunaan RAM boros

Jika dilihat sekilas, hanya untuk memproses GUI server sendiri saja sentora membutuhkan RAM yang sangat banyak dan bisa dikatakan boros. Padahal belum menambahkan website yang berbasis framework apapun?

Terlepas dari banyaknya penilaian yang diberikan, adalah hak anda ketika ingin menggunakan atau tidak. Yang bisa saya katakan adalah, pastikan menggunakan firewall atau apapun itu yang bisa bersifat real time action untuk menjaga VPS anda dari serangan brute force.

Saya menggunakan VPS murah dari tokovirtual untuk memasang sentora.

Dengan RAM 512 MB ternyata tidak ideal untuk menggunakan sentora ketika kamu memiliki website yang cukup banyak dan pengunjung yang sangat banyak. Semoga ulasan sentora ini berguna untuk referensi teman-teman dalam memilih platform web hosting control panel yang bersifat open source.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.