Memperpanjang SIM Jangan Sampai Telat!

Artikel ini dibuat sebagai pengingat untuk teman-teman untuk memperpanjang SIM (Surat Izin Mengendara) secara tepat waktu.

Ujian Praktik SIM

Mengapa demikian? Jawabannya simpel, karena memang sudah peraturannya. Menurut petugas terkait, kalau kita telat 1 hari memperpanjang SIM maka mau tidak mau harus membuat baru. Ya saya enggak salah ngetik, buat baru SIM. Berarti tes kesehatan lagi, tes teori lagi, tes praktik lagi, menyita banyak waktu lagi.

Tidak ada sosialisasi

Menurut berita kompas yang saya baca barusan tentang Pembuatan SIM, hal itu sudah tertuang dalam surat telegram polisi (entah apa namanya) yang intinya berisi, jika telat satu hari maka wajib buat baru.

Sepertinya yang mengetahui hal ini hanya internal polisi dan kerabat polisi terdekat saja. Walaupun sudah ada di portal berita elektronik detik, namun bukan berarti seluruh masyarakat Indonesia sudah pasti melihat berita tersebut bukan?

Bagaimana yang nasib kerjanya shifting yang tidak mengenal waktu libur? Apa mereka sempat memperhatikan hal seperti ini? Contohnya ya saya ini. Di jalan yang saya lalui ga ada spanduk atau pemberitahuan tentang hal ini. Padahal saya pakai motor dari rumah ke stasiun. Lalu naik kereta disambung menggunakan bus Transjakarta. Rutinitas itu tiap hari saya lakukan, namun tidak ada spanduk info apapun sepanjang jalan yang saya lalui.

Menyita waktu

Akhirnya kemarin selagi saya libur, saya sempatkan ke POLRES depok untuk mengikuti perpanjangan SIM A dan SIM C (Waktu itu masih belum tahu kalau harus bayar). Kedua SIM saya mati masa berlakunya pada bulan Januari lalu. Biasanya, beberapa minggu setelahnya sehabis masa sibuk kerja usai saya perpanjang di mobil SIM keliling.

Kemudian setelah tanya ke petugas katanya harus dari awal lagi. Tes kesehatan, teori dan praktik. OMG. Saya enggak punya waktu beginian lagi. `10 tahun lalu saya ikut ujian SIM dengan susah payah dan jujur, kini harus ngulang lagi??

Dulu waktu umur saya 17 tahun tes teori saya mengulang 2x kemudian tes praktik saya mengulang 3x. Bisa kamu bayangkan, berapa bulan saya habiskan untuk SIM C saja, belum lagi yang SIM A.

Hingga Sore

Tes yang kemarin saya ikuti sangat menyita waktu. Hari libur biasanya digunakan untuk santai dan istirahat dengan keluarga namun dipakai tes dan ngantri hingga sore hari. Akhirnya dengan sangat terpaksa saya harus ikuti ujian satu per satu.

Tes Teori

Tes teori yang saya ikuti berbeda dari yang sebelumnya. Biasanya menggunakan kertas dan pinsil, kini sudah menggunakan komputer. Cukup simpel dan tidak repot, akan ada arahan nanti bagaimana cara mengisinya.

Soal yang diberikan cukup mudah dan bahasa yang digunakan juga simpel. Hal ini berbeda dengan tes soal sebelumnya (versi kertas), bahasa yang digunakan cukup sulit dimengerti dan pusing ngebacanya. Untuk versi komputer ada 30 soal, karena saya SIM A dan C maka ada 2 sesi, 30 dan 30. Dimana masing-masing sesi diberikan waktu 15 menit.

Hasil tes teori bisa kamu lihat langsung di monitor ketika sudah selesai mengerjakan soal. Untuk lulus teori kamu hanya butuh maksimal salah adalah 9 soal. Soalnya mudah, tapi perlu diingat kamu harus tahu dasar berkendara dan dasar berlalu lintas juga, jangan asal ngerjain.

Praktik SIM C

Perhatian buat kalian yang ingin praktik SIM C. Kini tesnya agak sulit lagi. Sebelumnya, 10 tahun lalu tes tersebut sangat mudah. Kamu hanya tinggal zig zag pada track yang berjarak 10 meter saja. Kini sudah berbeda.

Ada 5 macam tes untuk SIM C. Namun kalau kamu beruntung hanya ada 2 saja. Waktu itu saya tes zig zag dan tes mengitari bundaran berbentuk angka 8 hingga 3x. Saya gagal di mengitari bundaran berbentuk angka 8.

Faktanya, kemampuan bermotor yang biasa tidaklah cukup untuk menyelesaikan test ini. Kamu harus bisa bermanuver belokan tajam dan menjaga keseimbangan extra. Sudah hampir 3 tahun lebih saya naik kereta terus dan bus Transjakarta terus untuk berangkat kerja ke kantor, sepertinya skill bermotor saya mulai kandas. Biasanya saya naik motor dari rumah ke stasiun yang jaraknya sangat dekat, dan hanya lurus2 saja jalannya.

Praktik SIM A

Untuk praktik SIM A di POLRES Depok sama dari dulu. Naik mobil yang kopling udah ga enak (oli kopling jarang diganti), gas nya juga sudah tidak nyaman, rem nya pun terasa serat sekali. Intinya belok kiri (pake sen) lalu nanjak berhenti, netralkan kopling lalu maju lagi kemudian berhenti. Mundur pelan-pelan jangan lupa pake sen waktu belok. Pastikan parkiran lurus dan tidak mencong dan nabrak pembatas.

Layanan bagus

Terlepas dari kritikan yang saya lontarkan perlu diakui layanan di Polres Depok sudah bagus. Tidak ada antrian yang sumpek dan panas, semua teratur dan adem sudah ber AC. Tidak banyak calo yang berkeliaran lagi.

Kertas Sakti

Karena tadi gagal tes praktiknya, maka saya harus kembali lagi ke sana untuk tes. Namun saya tanya ke petugasnya, “Pak kalau punya kertas ini apa bisa ditilang ya?”. Kemudian petugas itu menjawab, “Oh ya gak bisa di sidang, kan gak punya SIM tapi masih dalam proses pembuatan”.

Ketika kamu gagal tes praktik, kamu mendapatkan kertas 2 lembar yang berisi kamu sedang menjalani proses pembuatan SIM. Dengan demikian, dengan membawa “kertas sakti” ini kamu bisa bebas dari razia atau tilang. Tapi saya belum tes apakah benar demikian atau tidak. Mungkin selanjutnya kalau ada razia saya akan coba apakah ampuh atau tidak. Jika berhasil saya post di blog selanjutnya.

Bagi kamu yang sudah nembak SIM disarankan untuk melupakan perpanjangan SIM. Karena lebih dari 1 hari berarti buat baru. Saya dibisiki beberapa orang katanya jasa untuk membuat SIM perorangan mencapai 550 ribu per SIM. Sedangkan untuk membuat baru kamu hanya bayar kurang dari 150 ribu, namun beresiko gagal.

Hidup adalah pilihan. Saya tidak akan menilai pakai calo salah atau tidak itu terserah Anda sekalian atau jujur lebih penting atau tidak ya terserah saja. Yang mana lebih menguntungkan dan efisien bagi kamu ya silakan pakai. Ingat, jangan sampai telat memperpanjang SIM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.