File hosting andalan tempat menyimpan file besar

Jika membahas file besar, tentunya kita sudah kebingungan dimana bisa menyimpannya? Apalagi kalau file besar tersebut harus kita upload atau unggah tiap bulannya. Dengan begitu makin lama sisa disk akan habis bukan?

Interface jeodrive

Menyimpan file berkisar 50-500 MB menggunakan cpanel shared akun bukanlah tindakan yang tepat. Mengingat shared hosting adalah tempat bersama, menggunakan resource bersama dan kekuatan cpu secara bersama. Perlu diingat juga, secara default akun shared hosting cPanel biasanya hanya menggunakan Apache dengan handler suphp atau FastCGI.

Dengan demikian, jika kita menaruh file besar di atas 50 MB maka akan di proses melalui Apache web server. Memproses file statik berukuran besar dengan Apache seharusnya dihindari, karena dengan begitu konsumsi memory akan langsung membengkak drastis. Beda halnya jika si penyedia hosting memasang nginx sebagai backend file statik, agar tidak terlalu banyak mengkonsumsi memory server.

File Hosting menggunakan Nginx

Secara fundamental, adalah tindakan konyol jika kamu ingin fokus sebagai platform file hosting (tempat menaruh file) namun hanya menggunakan Apache saja. Karena pada prinsipnya dengan menggunakan Nginx sebagai backend web server dalam melayani static file, maka konsumsi memory bisa lebih di hemat. Keuntungannya, server dapat melayani beberapa file besar sekaligus tanpa harus hang karena request memory yang sangat besar.

Nginx adalah backend server yang saat ini diklaim ampuh sebagai solusi untuk melayani statik file secara bersamaan dalam satu waktu. Nginx dibaca sebagai “Engine X”.

Kenapa ga pakai drive google?

Pertanyaan bagus. Ada beberapa orang berpendapat, kalau menyimpan file besar kenapa tidak memanfaatkan google drive saja? Perlu diingat, ketentuan google sekarang setiap user hanya mendapatkan 15 GB total dari semua pemakaian akun google kamu. Berarti, google mail, calendar, note, sheet, word dan lainnya dijadikan satu. Bagi sebagian orang yang butuh space besar, hal ini bukanlah solusi. Kecuali kamu mau bayar versi premium dari google drive itu.

Uptobox

File hosting pertama yang saya sarankan adalah uptobox. Uptobox sudah ada sejak… duh saya lupa tapi saya mulai menggunakan uptobox sekitar pertengahan tahun 2015 silam. Berarti kira-kira sudah hampir 4 tahun saya menggunakan layanan uptobox. Sekitar awal tahun 2017 saya memutuskan untuk menggunakan layanan premium uptobox dengan batas space unlimited (tidak terbatas).

Server uptobox sendiri berada di Eropa, tepatnya di Perancis. Ketika itu saya pernah cek dan verifikasi bahwa data centre mereka berada di Onlinenet, Illiad data centre. Salah satu data centre di Eropa yang mempunyai bandwidth hingga puluhan Gbps tersebar ke Eropa dan Asia. Salah satu faktor yang membuatnya bagus adalah upstreamnya menggunakan telia, koneksi telia sangat bagus dan stabil dari indonesia. Ga boong.

Berbagi pengalaman sedikit, illiad data centre termasuk sangat bagus koneksinya ke wilayah Asia khususnya indonesia. Dulu pernah punya dedicated di sana dan kecepatan downloadnya tanpa download manager hingga 10 Mbps per detik. Koneksi internet saya menggunakan First Media paket 10 Mbps atau kisaran 1000 KB / detik. Jika koneksi lambat, mungkin server si uptobox sedang ramai.

Dari penilaian 1 hingga 10, uptobox mendapatkan skor 9 untuk koneksi.

Hal yang saya enggak suka yaitu iklan yang lumayan banyak untuk free user. Kemudian kadang koneksi suka drop jika kamu menggunakan free user.

userscloud

File hosting yang satu ini letaknya di Eropa juga, namun bukan di Perancis. Jika di trace network, penyedia ini berasal dari Romania. Koneksi download dari userscloud memang tidak terlalu bagus. Dari skala 1 hingga 10 maka saya akan memberikan nilai 7. Saya sudah menggunakan userscloud lebih lama daripada uptobox. Kira-kira sudah menggunakan sejak tahun 2014 silam.

Salah satu fitur yang saya suka dari userscloud adalah point of sales yang mereka berikan atas banyaknya download yang telah terkumpul lumayan tinggi. Karena saya tiap harinya selalu mengupload file dan tiap hari ratusan orang banyak yang download, hitung-hitung dalam sehari bisa mendapatkan sekitar 0.03-0.05 dolar. Jika file hosting lain, ingin mendapatkan 0,01 saja butuh 3-4 hari mungkin.

Hal yang engga saya sukain yaitu harga premium sangat mahal sekali. Entahlah apakah harga yang mereka tawarkan memang termasuk murah atau tidak. Yang pasti, dalam sebulan harus membayar berkisar 15 dolar.

Jeodrive

File hosting jeodrive termasuk sangat baru. Walau demikian, jeodrive menawarkan sensasi berbeda dalam file sharing server. Di sana, kamu bisa sambil bersosial dengan para pemakai jeodrive lewat fitur sosial media. Kamu bisa menambahkan teman, kemudian bisa menuliskan sesuatu di wall kamu, teman kamu bisa lihat isi pesan wall kamu, dsb. Cocok buat yang suka share-share dan banyak teman.

Jeodrive juga menggunakan koneksi yang sama dengan uptobox. Mereka menggunakan data centre yang sama, backbone yang sama, namun beda perusahaan dan brand saja. Harga premium di sana sangat murah sekali. Layanan mereka baru saya pakai sekitar tahun 2016 awal.

Hal yang saya tidak disukai yaitu tempat upload filenya yang terlalu manual sekali. Beda dengan beberapa file hosting lain yang simpel namun efektif. Beda itu bagus, namun terasa kurang berguna jika malah mempersulit keadaan.

Nah sekarang bagaimana, semua keputusan ingin memilih yang mana tergantung diri kalian masing-masing. Semua file hosting bagus, namun perlu diingat akan selalu ada plus dan minusnya yang harus kita pikirkan lebih detail.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.