Cara Pesan Taksi di Bandara T3 Soekarna Hatta

Kemarin malam kebetulan baru pulang dari acara kantor dan baru pertama kalinya berangkat dan pulang menggunakan Terminal 3 bandara Soekarno Hatta yang baru. Perasaan hm, biasa aja tapi memang sih, bandara T3 luas banget dan  bisa menampung banyak penumpang mungkin 3 kali lipat bandara sebelumnya.

Nunggu taksi di T3

Setelah kedatangan dari gate uh… gate berapa pintu exitnya saya juga enggak ngerti. Kemudian mau pulang ke rumah dengan memesan taksi. Saya agak bingung bagaimana cara memesan taksi pada waktu itu, mengingat ada banyak orang berkumpul di pinggir jalan dekat monitor besar, kemudian sebagian orang juga ada yang duduk tidak jauh dari monitor besar tersebut. Waktu itu sempat bingung, kok ada ruang tunggu untuk memesan taksi, bukankah pesan taksi tinggal naik saja ya?

Owalah, ternyata tidak seperti pada terminal biasanya. Ternyata di T3 bandara Soekarno Hatta memberlakukan sistem antrian elektronik untuk 2 kategori taksi. Kategori pertama adalah BB taksi atau Blue Bird taksi. Kemudian taksi kategori lainnya adalah Non BB, atau non Blue Bird taksi. Dimana di kategori Non BB ini termasuk di dalamnya semua taksi dari perusahaan manapun selain warna biru.

Antrian Elektronik untuk Taksi

Setelah kamu keluar dari bandara T3 kemudian ingin pulang menggunakan taksi, pastikan kamu merapat ke pinggir dan cari monitor untuk mengambil tiket antrian tersebut. Mesin antrian elektronik berupa LCD touch screen yang berada di 20 meter sebelum tepi jalan ruang tunggu. Tinggal tanya orang saja kalau kebingungan.

Naik Taksi

Daftar antrian tersebut bisa kamu perhatikan lewat monitor besar yang terpampang di dinding pinggir jalan. Dan biasanya ada 1 orang yang mengatur antrian tersebut serta mem-verifikasi penumpang yang naik. Jika kamu sudah dapat taksi, nanti berikan daftar antrian tersebut ke pengendara taksi, baru kemudian kamu bisa langsung jalan pulang, capcus.

Harga

Kalau masalah harga ya sudah jelas. Taksi dari bandara tentunya lebih  mahal daripada tarif taksi yang bukan dari bandara. Misalnya saja, dari bandara T3 ke Depok kira-kira antara 280 ribu hingga 350 ribu belum termasuk toll. Harga itu biasanya harga taksi warna biru alias Blue Bird. Kalau taksi non blue bird biasanya cenderung lebih murah 40 ribu hingga 60 ribuan. Solusi alternatif kalau kemahalan yaitu naik bus DAMRI atau bus HIBA UTAMA dari bandara yang letaknya tidak jauh dari menunggu taksi.

Sistem antrian efektif

Kebetulan waktu saya pulang naik taksi non BB dan sempat bercerita sedikit dengan si pengendara. Ia mengatakan sistem yang baru di T3 sangat bagus dan sangat fair. Namun terkadang ada saja orang dalam yang hanya menawarkan taksi di daftar antrian taksi warna biru saja. Ia menilai jika begini tentu saja taksi biru yang akan kebanjiran pesanan terus, taksi non BB malah tidak mendapatkan orderan.

Namun dari penilaian saya sih sepertinya enggak demikian. Karena ada staff namanya helper airport yang membantu para penumpang untuk naik taksi, ia memberitahu ada 2 pilihan. Bisa pilih taksi BB atau non BB hanya tinggal sentuh, nanti mesinnya akan mencetak langsung. Lagipula para penumpang di perkotaan sudah pintar dalam memilih taksi. Bukan soal dipengaruhi atau diarahkan, namun lebih karena pengalaman naik taksi, dimana tarif lebih mahal layanan lebih bagus.

Sayangnya saya belum pernah mencoba sky train dalam perjalanan pulang karena malam kemarin sudah jam 2200 WIB dan jujur saja sudah ngantuk banget, walaupun ada keinginan untuk naik sky train ke T2 atau T1 sembari jalan-jalan, haha.

Oke paling itu saja, semoga membantu bagi pengunjung yang sedang ingin mencari informasi bagaimana pesan taksi di bandara T3 ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.