Tukang Parkir di Supermarket Saat Ini

Topik ini saya bahas karena saat perjalanan pulang kantor (beberapa saat lalu) saya melihat sudah banyak supermarket yang bertebaran. Jaraknya pun bervariasi. Ada yang dari 100 meter hingga 1km.

Juru Parkir

Namun di daerah perkotaan atau pinggiran kota sudah biasalah, melihat supermarket, sebut saja indomart dan alfamart serta banyak sejenisnya yang mulai menjamur. Kedua brand ini sudah melekat di ingatan masyarakat. Indomart dan Alfamart yang biasanya ada di perkotaan atau pinggiran kota ini sudah tidak lazim kalau kita melihat yang namanya tukang parkir. Nama akrabnya tidak lain adalah juru parkir toko. Untuk toko yang lebarnya hanya 50-100 meter biasanya hanya 1 orang, namun lain ceritanya yang lebar tokonya melebihi 100 meter.

Tukang parkir sudah biasa di daerah Jakarta dan sekitarnya. Kalau di luar pulau jawa saya kurang ngerti deh gimana, tapi mungkin kurang lebih sama deh. Bagi sebagian orang tukang parkir di supermarket sangat membantu, namun bagi kebanyakan pengendara motor sepertinya enggak.

Saya pernah menanyakan hal ini kepada beberapa teman, apa alasannya tukang parkir di supermarket kurang disenangi. Saya rangkum ya dalam beberapa bagian.

Tukang Parkir Gaul

Tukang parkir ini umumnya masih muda dan kurang dari 30 tahun. Namanya gaul, biasanya selalu memakai kaca mata, lalu gelang besi (kaya preman), pakai sepatu semi sport dan celana jeans. Biasanya tukang parkir ini lebih memprioritaskan anak sekolahan sepantaran SMA. Terkadang dia suka nongkrong dan menunggu waktu sambil bermain hape androidnya.

Tukang Parkir Bermagnet

Tukang parkir tipe ini biasanya suka malas-malasan. Biasanya tukang parkir ini gerak jalan ketika si pemilik kendaraan mengeluarkan uang. Jika saat naik ke kendaraan, dan tidak mengeluarkan uang biasanya si tukang parkir ini enggan membantu mengeluarkan kendaraan dan cenderung duduk sambil ngerokok saja. Rata-rata pengendara mobil selalu ngasih duit, jadi tiap ada mobil keluar / masuk selalu dibantu sama tukang parkir tipe ini.

Tukang Parkir Tulus

Tipe ini biasanya sangat jarang sekali. Namun di beberapa titik Jakarta saya suka melihat tukang parkir ini. Biasanya yang saya temui tipe tukang parkir seperti ini bapak-bapak yang usianya 40-45 tahunan. Saking tulusnya, ia membantu siapapun tanpa memaksa orang lain untuk mengeluarkan uang. Ia cenderung lebih mementingkan membantu kendaraan orang lain keluar terlebih dahulu ketimbang meminta uangnya dulu.

Tukang Parkir Nempel Kanan

Tipe tukang parkir ini sudah jelas sangat banyak dan menjamur. Mau kita belok ke kanan atau pun ke kiri, tukang parkir ini selalu nempelin kita di sisi kanan pengendara. Alhasil, alih-alih membantu menyebrang atau membantu mengeluarkan kendaraan, ia lebih suka nempel di sisi kanan sambil matanya memperhatikan tangan kanan si pengendara.

Kalau saya pribadi sebenarnya tidak masalah kalau memang dia niat jadi juru parkir dan menjaga motor. Asalkan tidak gaji buta, tidak ada salahnya kita memberikan 1000-2000 rupiah untuk jasanya membantu kita. Jika kamu rasa terlalu besar, tidak usah ngasih pun juga enggak apa. Asal jangan dengki atau sakit hati saja ya haha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.