Hati-hati Penipuan Hadiah dari BANK Marak Lagi

Sudah cukup lama tidak terdengar, namun sekarang mulai kembali lagi. Beberapa saat lalu mendapatkan beberapa SMS tentang pemberitahuan pemenang dari BANK BRI. Baca sampai habis ya.

Penipuan

Pada blog saya sebelumnya (yang wordpress.com namun kini sudah terhapus) pernah saya menulis artikel ini. Kira-kira 5 tahun-an yang lalu saya kurang ingat tepatnya. Pada 5 tahunan yang lalu penipuan dengan sindikat kompleks dan mekanisme yang sudah diatur sangar rapi sedang marak-maraknya tuh. Banyak juga yang terkena tipuan tersebut, yang mengejutkannya mereka percaya begitu saja. Supaya tidak terulang lagi, saya akan coba sosialisasikan lagi.

Iming-iming Hadiah yang WOW

Salah satu faktor yang membuat orang terlena tipuan salah satunya adalah iming-iming hadiah yang sangat fantastis. Saking fantastisnya hadiah tersebut (mulai dari motor hingga mobil) kita sampai terlena dan tanpa menggunakan akal sehat, langsung saja percaya terhadap pemberitahuan tersebut. Ada trik atau cara untuk membedakannya, baca sampai habis.

Too good to be true

Maksud dari perkataan ini adalah hal tersebut terlalu nyata untuk bisa dipercaya. Sesuatu hal yang terlalu bagus dan terlalu mendadak tanpa kita ketahui sebelumnya, sebaiknya harus dianggap sebagai lalu saja. Karena yang namanya modus penipuan itu semua pemberitahuan bersifat mendadak dan tak terduga. Berbeda dengan undian Bank yang sebenarnya, dimana ada pemberitahuan melalui televisi biasanya atau di kantor cabang ada banner atau spanduk notifikasi undian yang akan berlangsung pada hari xxx tanggal xxx dsb.

Lewat SMS / Telepon

Kebanyakan modus penipuan disampaikan melalui SMS dan dikirim menggunakan nomor togel. Mengerti maksudnya? Nomor togel di sini maksudnya adalah si pelaku membeli nomor biasa (nomor asal, bukan nomor cantik) untuk SMS korban.

Tidak hanya itu, akhir-akhir penipuan sudah mulai ke level yang agak ekstrim. Si Pelaku bahkan berani menelpon korban melalui nomor togel tersebut dan dengan tenangnya mendeskripsikan hadiah undian tersebut. Sebagian dari kita akan berpikir bahwa dengan menelepon, berarti pemberitahuan tersebut adalah benar. Nyatanya tidak.

Saya sering menemui hal seperti ini. Karena nomor saya adalah nomor lama yang digitnya masih sedikit, banyak yang menggunakan modus telpon, pada akhirnya saat saya suruh telpon menggunakan telepon resmi kantor / bank mereka malah memilih menutup telpon. Tidak jarang juga beberapa pelaku kesal dan mengeluarkan kata kotor karena modusnya ketahuan. Intinya adalah, pemberitahuan dari Bank bersifat resmi, seharusnya disampaikan melalui telpon bank dengan nomor yang resmi. Nomor resmi bank hanya berisikan sedikit digitnya. Biasanya berawalan 021, dan mengandung 5-6 digit saja, nomor yang tampil pada ponsel kita juga nomor cantik dan mudah diingat.

Serangan website

Selain SMS / telpon, kasus penipuan kini sudah canggih dan komplex. Ketika mendapatkan pemberitahuan lewat SMS, si pelaku akan mengarahkan kita untuk membuka salah satu website yang sudah ia buat sendiri dan ia rangkai seindah mungkin, dimana nomor undian korban cocok dengan salah satu nomor undian yang ada pada website yang telah ia buat. Ini jelas-jelas penipuan terstruktur.

Website yang pelaku buat biasanya website gratisan, contohnya seperti blogpost.com / blogspot.co.id, intinya blogspot deh. Kemudian ada juga website gratisan seperti wix.com, jimdo.com dan masih banyak lagi. Yang perlu diingat adalah pemberitahuan harus dari website resmi yang berakhiran co.id tapi bukan blogspot.co.id. Karena blogspot.co.id adalah brand membuat blog gratisan.

Tidak hanya itu, keadaan dibuat menarik mungkin dan terkesan benar. Seperti contohnya pada website ada nomor yang bisa di hubungi, terus kita menghubungi no tersebut eh benar dan nyambung. Rekan si pelaku bertindak sebagai cs gadungan untuk menggiring korban masuk ke dalam lubag buaya.

Nah, kira-kira begitu pesan yang bisa saya sampaikan, jadi hati-hati ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.