Yang Roboh Serambi BEI, Bukan Gedung BEI

Sore ini semua pemberitaan televisi di Indonesia sedang heboh dan hype dengan berita Gedung BEI roboh. Kejadian itu kira-kira terjadi saat siang hari sekitar pukul 12.10 WIB tanggal 15 Januari 2018, tepat di gedung BEI atau dikenal dengan Bursa Efek Indonesia.

Gambar dari Tirto.id

Pada dasarnya, segala transaksi dan valas asing dari dunia di monitor dan di awasi di gedung BEI ini. Namun dari berita yang saya terima dan baca di beberapa portal berita, kegiatan BEI masih tetap berlanjut. Walaupun, yang namanya orang indonesia kalau ada insiden sesuatu di dekat mereka biasanya tidak bisa langsung fokus kembali kerja tuh. Pasti deh, tingkat keponya tinggi dan bakal mau melihat ke TKP dengan mata kepala sendiri atau bahkan ada yang rela berdesakan supaya bisa di rekam melalui ponsel hapenya.

Menurut informasi yang saya dengar dari portal CNN televisi, siang itu orang-orang sedang ramai berkumpul karena bertepatan ada kegiatan study tour dari mahasiswa Universitas Bina Darma Palembang. Jadi wajar saja saat insiden tersebut terjadi, korban luka bisa mencapai ratusan orang. Hingga saat ini saya menulis di blog ini (sekarang jam 17.30 WIB) korban atas insiden rubuhnya selasar (serambi) gedung BEI ini terus bertambah, enggak yakin saya dengan angka pastinya.

Yang Roboh Gedung atau Selasar saja?

Yang menariknya adalah banyak portal berita yang memberitakan dengan judul seperti ini: Gedung BEI roboh, banyak korban luka. Coba kalian baca sekali lagi. Kalau orang yang tidak teliti akan beranggapan bahwa gedung BEI itu roboh kemudian kegiatan ekonomi keuangan dan valas segala macem akan berhenti total. Lalu si pembaca akan berpikir, “Gile, gedung roboh gitu gimana ya nasib orang-orang di dalamnya?”.

Yang membaca sih tidak salah. Yang jadi masalahnya, mengapa judul artikel tersebut ditulis Gedung BEI roboh? Yang roboh kan hanya serambi (selasar) saja. Mengapa harus ditulis gedung BEI roboh?

Saya mengerti, membuat berita yang menarik dan heboh sekarang harus memakai trik. Namun jika judul saja sudah salah bagaimana para pembaca mengintepresikannya? Jika sudah begini, namanya bukan membuat berita yang menarik namun sama saja membuat informasi yang salah dan menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di tengah publik. Semoga yang bikin judul berita kaya begini kapok deh.

Terlepas dari itu semua, semoga korban luka tersebut bisa cepat ditangani, walaupun mengingat menjelang siang-sore ini cuaca kurang bersahabat di Jakarta dan sekitarnya. Antara hujan gerimis dan hujan lumayan. Alasan robohnya sih enggak urusin, yang penting itu para mahasiswa dan karyawan yang terluka bisa cepat di evakuasi dan mendapatkan pertolongan dengan cepat. Semoga juga tidak ada korban jiwa atas insiden rubuhnya selasar BEI ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.