Kebanyakan Orang Tak Acuh di Kereta

Sudah lama kita enggak ngobrolin kereta nih. Kebetulan ada studi kasus yang saya rasa sering banget terjadi di deket stasiun, bahkan di dalam keretanya nih. Namun kebanyakan orang tak acuh di kereta terhadap kejadian ini.

Nenek

Jika dilihat dari gambar di atas, kamu bisa menebak bagaimana skenarionya kan. Oke sekarang saya ada pertanyaan nih. Jika suatu hari kamu melihat seorang nenek tua yang sudah renta, kemudian ia sudah keluar dari gerbong kereta dan ingin menuju ke luar stasiun. Lalu apa yang harus kamu lakukan? Jika seandainya pertanyaan ini berada di atas kertas, maka sudah pastinya kalian semua akan menjawab: Membantu nenek tersebut hingga ujung stasiun, bukan? Ya, jawaban yang tepat untuk di atas kertas.

Nah sekarang jika kamu melihat sendiri dengan kedua matamu di salah satu stasiun yang ada. Kemudian apa nantinya reaksi kamu? Bukan jawaban dari mulut, tapi reaksi badan kamu terhadap situasi yang sama seperti di atas.

Pada tak Acuh!

Percaya atau tidak, ternyata jika kita dihadapkan pada situasi di atas maka secara spontan dan sadar pertama-tama kita akan melihat ke arah nenek tersebut. Kemudian melihat agak lama, sekitar 3-4 detik kemudian balik lagi melihat hape atau mendengarkan musik. Kemudian lalu saja sembari lewat tanpa menolong jika ada nenek yang sedang kesulitan.

Ya, itulah kejadian yang sehari-hari saya lihat ketika masuk shift malam di stasiun. Bisa dikatakan kebanyakan orang tak acuh di kereta. Bukan karena dia lupa, namun sikapnya berkata kalau dia tidak mau padahal sebagian hati nuraninya mengatakan harus ditolong segera. Namun karena tidak ada sinkronisasi dari hati nurani dan aksi yang tanggap, apa boleh buat… kejadian seperti di atas hanya menjadi tontonan lalu saja.

Apa yang Harus Saya Lakukan?

Sangat disayangkan, kecanggihan gadget dan canggihnya teknologi ternyata telah membuat kita secara sedikit demi sedikit telah lupa. Manusia adalah mahluk sosial, tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu dalam kehidupan sehari-hari kita harus saling tolong menolong dan memiliki rasa empati. Rasa empati saja tidak cukup, harus langsung sigap dalam membantu sesama. Membantu tidak perlu dimintai tolong dulu, cukup amati jika sekiranya ada orang yang kesulitan, tinggal bantu sebisamu. Mudah bukan?

Apa yang Saya Dapat?

Secara materi kamu tidak dapat apa-apa. Namun, kamu sudah mendapat pahala. Dan sudah pasti, sesuatu yang diawali dengan niat yang baik serta perbuatan yang baik, maka hingga akhir nanti kita akan dipenuhi kebaikan yang bahkan kita sampai tidak menyadarinya. Gak percaya? Cobain deh!

Jadi mulai sekarang, perhatikan sekitarmu dan langsung bantu tanpa pamrih.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.