Tontonan Zaman Sekarang Banyak yang Kurang Mendidik!

Akhir-akhir ini miris melihat beberapa program televisi di beberapa stasiun televisi swasta, terus program televisinya hanya berisi sesuatu hal yang bisa kita bilang kurang mendidik, 90% unsur hiburan saja. Rasanya agak miris gimana gitu…

Contoh Sinetron

Sebagian besar program yang ada di televisi swasta biasanya mengincar generasi ABG atau generasi seumuran SMP hingga SMA agar bisa menarik perhatian generasi tersebut dan menonton acara yang mereka rekayasa dan susun secara “menarik” dan “seru”. Namun jika dilihat secara keseluruhan jika kita hitung secara kasarnya (keseluruhan) konten mendidik tidak lebih dan tidak mencapai dari 10% total keseluruhan tiap episode. Cenderung lebih ke hiburan yang kata orang menilai kurang mendidik.

Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa kalian para muda mudi anak muda, khususnya generasi SMP – SMA untuk tidak menonton acara / drama / sinetron televisi terlalu banyak bahkan hingga kecanduan. Saya rangkum beberapa poin dengan sederhana.

Otak masih segar

Para remaja dalam rentan SMP – SMA mempunyai daya ingat, daya serap, serta hasrat belajar yang sangat tinggi. Kebanyakan ilmu pengetahuan dasar dan pengetahuan umum kita diserap rata-rata dari jenjang SMP hingga SMA. Bahkan nilai budaya dan kebiasaan baik maupun buruk kita sehari-hari terbentuk dari jenjang pendidikan ini. Jika otak sudah bermalas-malasan dalam rentan SMP – SMA, jangan harap saat tua nanti (40+) kamu punya ingatan yang bagus.

Masa tidak labil

Masa SMP – SMA bisa juga dikatakan masa galau. Lebih tepatnya karena belum memiliki acuan hidup dan prinsip hidup yang helas, generasi muda mudi lebih suka mengikuti teman ketimbang mencari jati dirinya sendiri. Masih mending kalau temannya baik, kalau teman mengajak hal yang buruk wah bisa bahaya ya. Pada masa ini televisi berperan penting dalam membentuk kepribadian remaja. Alangkah baiknya tidak terlalu banyak menonton sinetron pencintaan atau pacaran yang berlaru-larut.

Rentan pergaulan bebas

Yang satu ini harus diwaspadai. Kebanyakan remaja yang sudah terbiasa dengan pergaulan bebas, salah satu pemicunya adalah terlalu banyaknya menonton sinetron atau drama yang bertemakan pacaran / percintaan yang terlalu berlarut-larut. Secara tidak sadar, hal itu membangkitkan hasratnya untuk melakukan hal pergaulan bebas. Walaupun memang, faktor lainnya yang mempengaruhi adalah faktor pertemanan.

Sebenarnya ada banyak poin yang ada, namun paling penting adalah 3 itu. Karena hal tersebut adalah fondasi atau tolak ukur yang biasanya sering dibicarakan di tengah-tengah masyarakat saat ini, dimana secara tidak langsung mencerminkan kehidupan si remaja itu ke depannya.

Akhir kata, menonton (sinetron) sebenarnya boleh saja namun jangan terlalu sering. Intinya adalah, kamu harus bisa membedakan mana kewajiban kamu, mana yang benar dan salah, mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sayangnya, tidak semua remaja bisa seperti ini. Jika kamu yang tidak mengontrol diri sendiri, lalu siapa lagi yang lebih mengerti akan dirimu? Jangan habiskan masa remajamu untuk hal yang kurang berguna 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.