Penyebab Besarnya Angka Kecelakaan di Jalan Raya

Oke malam ini kita akan membahas beberapa penyebab besarnya angka kecelakaan di indonesia saat ini. Kalau kamu mencari di internet, ada banyak penyebabnya. Namun kalau di perhatikan semua faktornya adalah external.

Ya memang sih, kebanyakan faktor itu adalah external dan terutama human error. Human error adalah suatu kondisi dimana kamu mencapai titik tidak biasa dimana melakukan kesalahan kecil hingga kesalahan besar yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan atau fatal bagi diri kamu sendiri dan juga orang lain, termasuk pemakai jalan raya lainnya.

Saya yakin faktor eksternal itu banyak. Beberapa diantaranya seperti: Kelelahan, kondisi tubuh sedang sakit, berkendara di bawah pengaruh minuman keras, kondisi kendaraan yang kurang layak, tidak fokus di jalan raya, dan sebagainya.

Memang, semua itu benar sih. Tapi tahukah kamu, kalau ada hal yang tidak terungkap pada kebanyakan contoh penyebab kecelakaan lalulintas. Yaitu etika berkendara. Banyak yang tidak menghiraukan pentingnya etika berkendara yang baik dan benar. Namun, ketika seseorang mencoba membenarkan kebanyakan orang melanggar etika berkendara malah berbalik menceramahi seolah kita yang salah (padahal ya kita cuma berusaha mengingatkan kalau tindakannya membahayakan kendaraan lain).

Etika Berkendara

Masalahnya sepele sih, tapi coba kamu perhatikan kebanyakan orang yang berkendara dan yang berada di kota besar, seperti Jakarta. Apalagi saat jam kerja berangkat dan jam kerja pulang. Kamu bakal melihat semrawutnya lalu lintas di Jakarta. Mengapa? Jelas, kebanyakan dari mereka tidak beretika kendaraan yang baik.

Etika berkendara yang baik bagaimana? Kalau kamu mengambil SIM C (SIM motor) dengan jujur dan lulus, seharusnya kamu tahu bagaimana etika berkendara yang baik, ya kan? Tapi masalahnya, kalau kamu bertanya dalam hati harusnya bagaimana, wah kalau itu saya sarankan kalian-kalian yang bertanya balik lagi deh ambil SIM C yah hahaha.

Saya no offense yah, tapi itu kenyataan dan fakta. Semua etika berkendara yang baik dan benar ada jika kamu memang benar-benar lulus ujian SIM C (SIM motor). Namun masalahnya adalah beberapa pengendara di kota-kota besar bisa mendapatkan surat izin berkendara untuk motor dengan membayarkan uang dengan nilai tertentu ke oknum tertentu sehingga di dapatkanlah SIM C.

Nah kita balik lagi deh ke fundamentalnya. Tanyakan diri sendiri sekali lagi, “Saya ambil SIM C dengan nembak atau berusaha sendiri yah?”. Hihiih. Yah saya tahu kalian memang punya uang dan uang itu adalah jurus mempermudah hidup. Tapi dengan ketidaktahuan kamu beretika kendaraan yang baik, secara tidak langsung kamu membahayakan diri kamu sendiri dan orang lain.

Bagi yang masih menggerutu ketika ditilang oleh polisi dan masih membela diri atas kesalahannya, yasudah saya cuma bisa mendoakan biar pikirannya terbuka dan legowo ya. Tugasnya polisi itu ya menertibkan pengendara di jalan. Lha kamu salah ya kamu di tilang ya jangan marah toh. Kecuali kamu pake sepeda kan gak ada yang menilang kan? Hahaha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.