Mulai beralih ke uang digital

Bukanlah menjadi rahasia umum kalau tiap tahun inflasi ini begitu melambung, khususnya di indonesia.

Walaupun faktanya menurut bank BI tahun ini tingkat inflasi dari indonesia sangat rendah dari tahun sebelumnya, tetap saja di lingkungan tempat anda kenaikan suatu harga sudah pasti ada bukan? Mungkin jika melihat logo gambar di atas (berupa bitcoin) kita akan membicarakan bitcoin, oops jangan salah dulu. Kita tidak membicarakan bitcoin.

Pagi ini saya membaca sebuah channel youtube flat earth 101 episode 13 dengan judul: UANG & BANKSTER (Motivasi Dibalik Kebohongan Bumi Globe). Judulnya sangat menarik dari judul filem sebelumnya. Memang, channel ini menitik beratkan pada konsep bumi datar, namun siapa sangka jika kita mau berpikir lebih jauh dan berpikir dengan fakta dan kebijakan yang ada, hal ini akan membuat kamu tercengang.

Kamu bisa nonton episode 13 ini di bawah ini :

Saya tidak mengatakan teman-teman harus wajib mengikuti apa yang ada di dalam episode tersebut atau memaksa mengikuti arahan dan sugesti dari isi konten video. Namun ada baiknya untuk menyempatkan diri menonton sebentar dan melihat fakta yang selama ini ada dan memang terjadi tanpa kita sadari.

Setelah menonton video tersebut saya mendapati fakta bahwa setiap pemerintah mengelurkan nilai suatu uang, ternyata ada hal lain yang harus dibayar. Hal itu tidak lain adalah dana yang digunakan untuk membuat uang tersebut. Dengan kata lain, uang Rp 1000 yang kita tahu nilainya adalah Rp 1000 di masyarakat, ternyata dalam pembuatannya uang itu bernilai lebih dari Rp 1000 karena belum termasuk biaya pembuatan uang. Jika demikian, berapa banyak dana atau modal yang harus kita keluarkan, jadi ga heran utang indonesia makin banyk. Mengejutkan?

Ini adalah tabel inflasi yang saya dapat dari Bank BI pagi ini.

Nilainya sangat kecil dan persentase itu adalah hasil kalkulasi yang dihitung oleh Bank BI berdasarkan data yang ada. Ya, sangat kecil tapi jika kita sadari tiap tahunnya makanan atau minuman yang kita biasanya beli pasti akan mengalami kenaikan harga. Khususnya setelah musim idul fitri.

Sebagai contoh, awal tahun saya beli nasi uduk sebungkus Rp 10.000 tapi setelah tahun berikutnya ternyata naik Rp 11.000 itu baru nasi uduk saja, belum kebutuhan yang lain ya. Lalu bandingkan dengan gaji yang kamu dapat, apakah sebanding dengan perbandingan gaji kalian dengan adanya inflasi tersebut?

Pertanyaan di atas kalian saja yang jawab ya. Namun pada intinya saya mulai berpikir bagaimana caranya menghemat pengeluaran pemerintah dalam hal currency atau mata uang ini. Karena faktanya jika pemerintah terus mencetak uang terus, malah memberatkan negara. Padahal negara kita lagi gencar investasi dan gencar pembangunan loh.

Oleh karena itu saya berpikir kalau pemerintah mungkin bisa mengeluarkan uang versi digital. Uang digital bukan hanya bitcoin loh ya! Uang digital contohnya: Kartu debit, kartu kredit, prepaid voucher, dan lainnya. Saya berpikir jika kita bisa menyatukan semua platform pembayaran kemudian membayar uangnya lewat digital saja, saya yakin transaksi bisa lebih mulus dan kemungkinan besar bisa mengurangi biaya peredaran uang di indonesia.

Untuk tahapnya, saya berpikir bagaimana kalau kita mulai dari area bisnis dan area perumahan elite-sedang terlebih dahulu. Dimana seluruh pembelian kebutuhan makanan, minuman dilakukan sepenuhnya lewat kartu (entah itu debit, prepaid atau kartu kredit). Dengan demikian, nilai inflasi dan kebutuhan pemerintah tentang mata uang bisa kita tekan bersama.

Saran untuk pemerintah: Mengapa tidak dari sekarang untuk sosialisasikan uang digital dan disiapkan alat dan infrastruktur yang mendukung tersebut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *