Kasus penistaan agama oleh Ahok memanas!

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan cuplikan video yang mengatakan bahwa Ahok menistakan agama Islam melalui salah satu surat yang ia sebutkan ketika sedang berada di Kepulauan Seribu.

Namun siapa sangka, setelah video tersebut di dokumentasikan ternyata ada beberapa orang yang melihat dan membuat versi singkat yang menitik beratkan salah satu surat yang Ahok sedang bahas di sana. Dan hasilnya membuat geger publik serta netizen. Bagaimana tidak, dalam video tersebut yang tadinya berniat sebagai pembanding saja ternyata berubah menjadi pisau ganda yang kini menyerang elektabilitas Ahok yang berakibat turunnya elektabilitasnya pada pilkada DKI 2017 nanti.

Kemudian puncaknya yaitu pada tanggal 4 November 2016 kemarin yang berakibat banyak sekali pengunjuk rasa dari berbagai daerah datang ke Jakarta untuk demo Ahok karena dugaan penistaan agama. Awalnya hanya sebagian orang yang tahu namun karena telah dibagikan jutaan kali di internet semua daerah pelosok Indonesia kini tahu isi video singkat editan orang lain tersebut.

Yang membuat saya terkejut adalah ini BUKANLAH kasus penistaan agama yang pertama kali di Indonesia. Dari sejak zaman pendahulu kita pun sudah banyak penistaan agama. Sudah ada banyak kasus di pelosok daerah indonesia, salah satu contohnya kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi., tapi kenapa baru sekarang bersuara? Aneh tapi nyata, penistaan agama yang dilakukannya hingga melibatkan profesor dan cendikiawan muslim. Faktanya semua hanya terdiam dan ironisnya gara-gara pernyataan dari seorang non muslim bisa berdampak ke seluruh indonesia. Mengapa saya katakan seluruh indonesia? Ya karena banyak provokator dan masyarakat yang cenderung emosinya meluap.

Menurut saya demo itu gak bagus dan merugikan orang. Ya, gara-gara demo harus macet-macet di jalan, membuat telat ke kantor. Merusak lingkungan jakarta, semuanya semraut. Pendemo hanya memikirkan hal golongan pribadi saja, menurut pandangan saya. Dulu saja Nabi muhammad di ejek, dan di cerca beliau selalu mengatakan untuk bersabar dan berdoa agar yang mengejek atau mencerca kita biar di beri hidayah dan kembali ke jalan yang benar kok. Tidak perlu lebay membuat orang lain dirugikan seperti kasus 4 November 2016.

Akhir kata, saya tidak membela siapapun. Namun saya katakan secara logika dan sepengetahuan saya. Dalam agama Islam tidak ada yang namanya membalas dengan kekerasan atau membalas namun merugikan orang lain. Yang ada setahu saya cuma mendoakan biar Tuhan yang bakal memberi ganjarannya. Lha ini bener-bener tepok jidat… sampe merugikan bisnis orang lain, merugikan pengguna jalan, merugikan warga jakarta, toko di jarah segala…

Pikirkan pakai logika, agama sudah ada yang mengatur. Dunia tak dibalas di akhirat sudah ada, pasti ada balasannya ya sudah, tidak perlu repot-repot malah merugikan orang lain. Semoga kedepannya masyarakat indonesia tidak mudah kena provokasi dan tidak mudah tersulut api oleh ormas-ormas tertentu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *