Main Pokemon GO! Amankah?

Beberapa minggu terakhir publik dikejutkan dengan game dengan nama yang legendaris, yaitu Pokomen Go. Bukannya mau norak sih, tapi semenjak rilisnya di 3 negara yang beruntung saya sudah mulai mendownload game tersebut di hape saya :>

Publik jadi makin kepo dengan fenomena Pokemon Go. Bagaimana tidak, pihak jurnalis membeberkan sisi game ini kemudian membeberkan fakta-fakta negatif akibat game dari perusahaan Niantic ini. Nah, itulah yang menjadi topik pembicaraan kita pagi ini. Apakah bermain Pokemon Go tersebut aman? Yuk kita bahas sedikit dengan bahasa dan analisa yang mudah dimengerti.

Nama Pokemon sendiri sudah aja sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Bahkan sejak kita belum lahir pun game tersebut sudah ada pada versi jadulnya, contoh Nintendo. Dengan kepanjangan Pocket Monsters ini, mungkin om/tante atau orang tua kita dulu yang doyan game sudah fasih dengan gameplay atau cara main Pokemon. Tidak hanya terkenal pada game console saja, namun game ini sudah memasuki ranah bisnis frencise juga loh.

Dengan berkembangnya gadget masa kini yang daya proses dan kemampuannya hampir setara dengan komputer / laptop, akhirnya perusahaan developer Niantic mulai merilis Pokemon sekitar tahun 2016. Walau pertama rilis hanya 3 negara, game ini sempat menggemparkan netizen dunia dan banyak orang yang mulai membuat mirror download (non google play) agar semua orang dapat menikmati game ini. Bahkan saat beta release 3 negara pertama, server game ini sempat down karena terlalu banyaknya konektivitas yang masuk ke server Pokemon berada. Alhasil, game ini tidak stabil kadang up kadang down.

Game ini menggabungkan teknologi GPS dan AR. GPS adalah kepanjangan dari Global Positioning System, dimana menyediakan informasi berupa posisi kita berada. Kemudian AR adalah kepanjangan dari Augmented Reality, dimana adalah suatu interface yang menyediakan informasi entah itu langsung/tidak langsung dimana menggabungkan objek asli pada dunia nyata singkatnya. Dua konsep ini menjadi prinsip penting dalam bermain Pokemon Go. Yang sangat dirasa penting yaitu GPS. Jika anda berada dalam wilayah blank spot GPS maka maaf saja, game ini tidak akan berjalan dengan mulus. Karena di program untuk mendeteksi GPS si pengguna game.

Game Pokemon mempunyai ciri khas pendahulunya, yaitu menangkap pokemon dengan pokeball, lalu dapat berevolusi, kemudian bisa bertarung memperebutkan gym, jadilah terkuat. Yap, jalan ceritanya klasik sama seperti versi game pendahulunya. Yang menjadikannya seru di mata pecinta gamer adalah perpaduan 2 teknologi tadi (GPS dan AR) dan kita dituntut untuk terus bergerak dan menjelajahi untuk mendapatkan atau menangkap Pokemon yang lebih kuat atau unik. Dengan begitu kesempatan berinteraksi dengan orang (sosial) makin tinggi serta kesempatan mendapatkan teman atau mungkin gebetan bisa lebih tinggi juga! :> hihihi

Secara default game ini diperuntukkan semua umur dan AMAN. Tapi beberapa pihak menyatakan game ini tidak aman. Ada yang bilang gara-gara game ini mereka terluka, mereka kecelakaan, mereka lupa waktu, mereka tersesat, dsb. Ada banyak faktor yang menyebabkan game tersebut membuat si pengguna game terluka. Yang pasti game itu sendiri tidak dapat melukai orang, namun beberapa faktor yang menjadikan si pengguna game terluka. Lah berarti kan bukan salah gamenya? Salah yang mainin ‘kan? Yuk kita analisa.

Ada yang mengatakan di berita televisi nasional indonesia, seorang anak terluka karena tercebur memainkan game Pokemon Go. Setelah dimintai keterangan ia mengatakan karena terlalu asyik terpaku pada layar hape, ia tidak memperhatikan medan sekitar. Kemudian setelah melihat sekitar ia langsung jatuh tercebur dan mengakibatkan tangannya terluka. Nah pertanyaan nih, dari analisa anda semua yang salah itu siapa? Ya salahnya sendiri lah yang terlalu asyik, dan terlalu ceroboh mengakibatkan dirinya sendiri terluka. Jadi yang salah game nya?

Analoginya sama saja ada orang kasih fasilitas internet terus kita pake hingga kita lupa makan lupa minum kemudian sakit. Terus yang salah orang yang memfasilitasi internet tersebut apa kita yang lupa makan lupa minum? Ayo jawab? Mungkin karena kebanyakan orang yang “terlalu pintar” jadinya persepsi aneh mulai bermunculan.

Kalau bermain ya normal-normal aja lah. Kan ada pengaturan settings, anda masuk ke game interface Pokemon terlebih dahulu, sentuh pokeball lalu ke setting (gambar gear) di kanan atas. Matikan mode musik / lagu, aktifkan getaran lalu gunakan mode battery saver. Kalian tidak perlu lihat layar hape terus menerus untuk menangkap Pokemon dudul. Toh kalau ada Pokemon nanti bergetar di tangan anda. Taruh hape terbalik (sisi atas hape berada di bawah), dengan begitu layar akan redup sehingga menghemat daya batre kalian. Kemudian set lock screen hape kamu menjadi 10 menit atau 30 menit atau never. Dengan begini anda bisa fokus ke keadaan sekitar dan mengurangi resiko kecelakaan. Toh enggak mainin Pokemon juga resiko kecelakaan juga ada.

Beberapa manfaat dari game Pokemon Go yang bisa kita ambil :

  • Merangsang kita untuk bergerak dan tidak malas
  • Merangsang untuk berolahraga?
  • Meningkatkan rasa sosialitas
  • Berkesempatan mendapat lebih banyak teman
  • Berkesempatan mendapat lebih banyak gebetan
  • Menjalin silaturahmi dengan sesama pecinta game
  • Menghilangkan stress kerja
  • Mengisi waktu luang
  • Ladang bisnis

Semoga bermanfaat dan dapat menghilangkan paradigma persepsi yang salah. Ada game bisa kok kita manfaatkan sebagai hiburan dan pendidikan ASAL pikiran kita terbuka dan berpikir maju dan positif. Karena saya lihat orang Indonesia ini punya budaya mencela dan negatif yang cukup tinggi. Saya ragu, persepsi ini merupakan pengaruh orang tua dan orang terdekat juga. Tolong deh, bersikap dewasa dan nilai semuanya secara positif terlebih dahulu. Berpikir maju dan berpikir dengan banyak kemungkinan, bukan berpikir negatif terus atau mencela hanya demi rating.

Pokemon Go at Nianticlabs.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *