APTB dilarang masuk jalur Transjakarta Busway

Sudah cukup lama tidak naik APTB, kemudian saya heran, “Kok bus APTB tidak terlihat lagi ya?”. Kemudian saya membaca di salah satu rubrik artikel portal berita lokal, dan mendapati jawabannya sambil tersenyum.

Pagi ini saya membaca sekilas tentang kabar transportasi kota, yakni APTB dan mendapati informasi, bahwa mulai 1 Juni 2016 kemarin APTB tidak diperkenankan lagi memasuki jalur Transjakarta Busway. Kalau boleh jujur sih sangat sangat disayangkan. Karena bus APTB ini adalah bus yang terintegrasi (istilah kerennya) dan punya trayek jalur yang sangat panjang, salah satunya dari Bogor ke Jakarta. Namun terlepas dari itu, ternyata ada beberapa hal yang saya tidak tahu.

Menurut rubrik berita yang saya baca, hal itu dikarenakan beberapa alasan. Menurut detiknews saja contohnya, salah satu alasannya yaitu perilaku supir APTB yang ogah-ogahan menaikkan penumpang di halte busway. Kemudian ada alasan lain yaitu masih adanya oknum nakal APTB yang masih saja memungkut ongkos padahal sudah tidak diperbolehkan.

Tapi emang iya sih kalau tentang ogah-ogahan menaikkan penumpang. Jujur saja, saya juga pernah merasakannya. Karena saya naik bus dari halte Cikoko cawang, sangat sulit naik bus APTB. Bagaimana tidak, busnya tidak berhenti! Kalau pun berhenti juga enggak niat naikin penumpang. Paling cuma di naikkan 3-4 orang kemudian di tutup langsung jalan PADAHAL masih banyak penumpang yang antre.

Mendengar berita itu baru saya mikir deh, pantas saja sudah 1 minggu terakhir tidak melihat bus APTB. Pantas saja, dari tanggal 1 Juni sudah tidak diperbolehkan masuk koridor jalur Transjakarta toh.

Kemudian ada bus pengganti APTB, yaitu Transjabodetabek. Adalah bus dengan nama baru namun dengan beberapa trayek berbeda. Bus ini mempunyai khas berwarna biru dengan stiker garis putih sederhana menggabarkan kota-kota dengan kapasitas bus non gandeng, alias ukuran bus biasa saja.

Yah, bisa dibilang cukup puas. Walau bus APTB sudah tiada, paling tidak ada penggantinya dan sudah mencapai puluhan bus yang melayani koridor halte busway. Kekurangan bus adalah masalah yang serius bagi pengguna setia bus yang setiap harinya berangkat kerja. Contohnya saya, berangkat naik kereta, kemudian disambung dengan bus transjakarta. Walau bus APTB sudah tidak ada, namun saya merasakan kini menunggu bus TJ paling lama hanya 10 menit saja. Sepertinya karena sudah banyak armada bus biru dan bus merah yang kini berkeliaran di rute koridor busway. Jadi APTB tidak ada, silakan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *