Masih Suka Bilang Pro Asing? Pikirkan dulu

Sebagian orang masih teringat dengan lagu lama seperti “Pro Asing” dan sebagainya. Apalagi beberapa pekan terakhir banyak yang masih percaya dan dihantui paham pro asing.

Sebenarnya, kalian sebagai pembaca apakah memang pro ke asing atau pro ke berdikari (mandiri) dan apa hubungannya dengan pembangunan nasional? Sebenarnya mampukah kita berdikari seperti yang dilayangkan dalam pidato Prabowo yang menggebu-gebu?

Daripada debat kusir yuk kita bahas satu persatu.

Apa Kita Bisa Berdikari? Hidup Tanpa Bantuan Asing?

Jawabannya tidak bisa. Karena pada dasarnya dengan adanya campur tangan asing, maka identik dengan hutang. Saya mengutip dari salah satu artikel portal berita nasional, dimana Prabowo mengatakan “Memprihatinkan, negara kita hidup dari utang“.

Sekarang kita bicara fakta. Apakah ada negara di dunia ini (bumi) yang hidup sendiri tanpa bantuan dari negara lain atau tanpa hutang? Jika kalian cari, kebanyakan negara besar memiliki hutang. Namun ada juga negara yang sama sekali bebas dari hutang. Ada beberapa negara yang bebas dari hutang, namun memiliki populasi yang sangat sedikit, yaitu penduduknya kurang dari 1 juta jiwa. Ya memang ada, tapi jumlahnya bisa di hitung dengan jari.

Makin besar pengeluaran negara dan makin besar jumlah penduduknya, maka hutang yang akan dikeluarkan makin besar. Karena memang untuk membangun sebuah negara yang besar kita perlu fasilitas, infrastruktur dan sebagainya. Logikanya, dapat uang darimana?

Perlu Modal

Ya, negara kita adalah negara berkembang dan perlu modal banyak untuk membangun fasilitas bagi masyarakat. Namun sayangnya banyak yang tidak bisa membedakan antara hutang dengan modal. Dua isitilah ini sama kaitannya dengan uang, namun berbeda. Apalagi banyak politikus dan artis yang bukan ahli di bidangnya namun sok tahu ngomongin hutang dan modal.

Modal adalah suatu dana yang akan dikembalikan nantinya saat likuiditas. Artinya, dana yang diberikan oleh si pemodal dapat kita gunakan untuk usaha kita tanpa memikirkan penyusutan, kerugian ataupun laba yang diperoleh.

Sedangkan Hutang adalah dana yang sudah dipinjamkan dan harus di bayar, dan biasanya terikat dengan bunga dan kebijakan tertentu.

Jadi masih berpikir modal dan hutang adalah sama? Kamu masih mau dibohongi demi kepentingan politik?

Rupiah Melemah

Ada yang mengkaitkan antara pro asing ke rupiah yang melemah. Bahkan banyak juga yang termakan isu tidak benar bahwa pemerintah sebenarnya pro asing dan ikut andil peran dalam melemahnya rupiah.

Oke, ada beberapa faktor yang menyebabkan rupiah melemah. Kalau akhir-akhir ini rupiah melemah karena faktor eksternal. Perlu diketahui juga, tidak hanya rupiah yang melemah, namun juga beberapa mata uang negara tetangga dan negara di dunia juga ikut melemah. Jadi masih bilang ini salahnya Jokowi?

Menguatnya rupiah sangat dipengaruhi dari yang namanya Produk Domestik Bruto atau PDB. Produk domestik bruto adalah total dari semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara.

Logikanya adalah, semakin banyak orang yang menukarkan ke rupiah atau semakin banyak dolar yang ditukarkan ke rupiah, maka otomatis nilai rupiah kita akan menguat. Artinya, nilai rupiah tidak akan melonjak hingga 15.300 seperti hari ini.

Namun sebaliknya, jika rupiah banyak yang ditukarkan ke nilai mata uang asing dalam jumlah yang sangat banyak, akibatnya nilai rupiah akan anjlok dan akan semakin terpuruk. Oleh karena itu, bantuan asing sangat diperlukan khususnya dalam investasi permodalan agar uang asing tersebut ditukarkan ke rupiah agar rupiah menguat, dan ikut serta membangun infrastruktur negara.

Masih mau bilang tidak perlu bantuan negara lain? Anda yang berpikir seperti itu yang sekarang masih miskin pasti bakal lebih miskin dan makin bodoh. Karena ideal pemikiran yang sempit dan suka termakan isu negatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.