Website KPAI terhack setelah berbicara tentang game

Pagi-pagi setelah bangun saya membuka facebook dan melihat beberapa feed news yang rata-rata isinya game CBT Tree of savior dan CBT Closers. Namun tidak hanya itu saja, ada 1 hal yang menarik lagi ternyata.

Salah satu anggota guild game saya ternyata mempaste gambar dimana website kpai sudah dalam keadaan ter-deface. Tampilannya, layar serba hitam dengan beberapa tulisan berwarna putih. Pesan yang bisa kita highlight yaitu (bisa kita lihat pada gambar di atas) dan nampaknya berhubungan dengan beberapa kalimat yang mereka utarakan di media elektronik. Kalian bisa baca detailnya pada salah satu media Republika tentang terancamnya game akan di blokir karena berbahaya bagi anak.

Jika gambar di atas kurang jelas, berikut pesan yang dikutip :

[Msg] 
Zuhahaha.. You're drunk?
Fix ur sec first b4 talking about game

Dan berisi beberapa kredit member yang diduga ikut berpartisipasi dalam insiden ini. Berikut beberapa game yang kemungkinan akan di blokir oleh pihak KPAI. Game tersebut diantaranya: World of Warcraft, Grand Theft Auto (GTA), Call of Duty, Point Blank, Cross Fire, War Rock, Counter Strike, Mortal Combat, Future Cop, Carmageddon, Shelshock, Raising Force, Atlantica, Conflict dan VietnamBully.

Opini penulis :

Sudah jelas banyak pihak gamer yang kesal akan pernyataan ini. Karena porsi game yang disebutkan sebenarnya bukan untuk konsumsi anak. Game tersebut untuk remaja dan dewasa, tapi entah kenapa mesti harus di blokir segala? Apakah pihak orang tua dan wali tidak mampu atau terlalu malas untuk menjaga atau menuntun anaknya dalam bermain?

Dan saya rasa kebanyakan gamers bukan berasal dari anak kecil, mereka berasal dari anak SMA dan kuliah hingga kantoran. Anak kecil hanya segelintir dan sebagian kecil saja dari komunitas game. Ya aneh saja, jelas-jelas beberapa game sudah ada label “maturity” tapi masih dimainkan, jadi jangan salahkan para publisher atau game itu sendiri.

Kalau menurut saya, sama saja itu makanan sudah basi, tapi tetap saja dimakan PADAHAL kita yang tahu efeknya bukannya menjaga agar anak kita jangan makan atau diberitahu, tapi malah menutup pabrik makanannya atau memboikot makanan tersebut. Lalu bagaimana dengan nasib orang lain yang menyukai makanan tersebut? Yang menyukai makanan tersebut (sebagian kecil) anak kecil, namun sebagian besar disukai oleh anak SMA, perkuliahan dan perkantoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *