Netijen Ribut Asian Games 2018

Topik kali ini kita akan membahas tentang berita nasional yang masih agak hangat. Salah satunya adalah Asian Games 2018 Jakarta – Palembang yang pembukaannya dibuka oleh nomor orang 1 di Republik Indonesia, Joko Widodo. Alasannya cukup simpel dan cukup membuat saya tertawa hingga menangis.

Yuk mari kita simak dan kupas tuntas pada topik ini.

Tahun 2018 – 2019 adalah hawa dimana pesta demokrasi dan pesta olah raga untuk region Asia sedang mengalami masa panas dan puncaknya. Namun, menjadi oposisi politik itu boleh, tapi tolong jangan jadi komedian di depan media elektronik atau pemberitaan, kan jadinya lucu gimana gitu.

Merujuk pada salah satu berita yang ada pada portal detiknews yang berjudul : “Elite PD: Jokowi Harus Jujur Pakai Stuntman di Pembukaan Asian Games” dimana yang berkata adalah seorang elite partai biru. Terbenak di pikiran saya orang elite adalah orang dengan kedudukan cukup tinggi dan punya privilage cukup tinggi di partai tersebut, dan sudah pasti biasanya orang pintar dengan lulusan S1 dan S2 (rata-rata). Tapi yang buat saya heran, kok malah jadi komedian gitu materi kritiknya?

Semua Filem Aksi Pakai Stuntman

Semua orang tahu (kecuali anak kecil dan bayi) kalau semua filem aksi yang berbahaya itu hampir semuanya menggunakan peran pengganti atau namanya stuntman. Itu sudah jadi suatu rahasia umum. Tidak usah ambil contoh ribet, kita lihat saja hollywood, ada enggak yang tidak menggunakan stuntman? Saya bingung jangan-jangan ini orang baru tahu tuh yang namanya stuntman.

Presiden adalah warga VIP yang wajib dijaga dan dilindungi dalam 24 jam. Ya masa iya pak presiden disuruh naik motor gede gitu, terus disuruh loncatin mobil sambil terbang. Yang ada yang nyuruh itu gendeng jadinya.

Nalar saya sepertinya tidak sampai kesana, mengapa ini orang bisa berpikir seperti itu. Dia elite politik, dia tahu politik dan hukum,  levelnya bukan level pemula, tapi mengapa pernyataan menggelikan itu muncul dari sebuah elite partai politik. Saya malah bertanya-tanya, apa jangan-jangan teman se-elitenya begitu juga mikirnya?

Saya tahu anda dibayar lumayan tinggi pada partai tersebut, tapi tolong deh. Kasih kritik itu yang intelek dikit. Sepertinya harga otak manusia sangat mahal sekali lho. Karena jarang orang yang mau menggunakan otaknya.

Pro Pemerintah

Saya enggak pro ke prabowo atau jokowi. Tapi saya pro pemerintah yang menjabat dari masa ke masa. Dulu saya pro presiden yang pernah memerintah di Indonesia. Dan siapapun itu presidennya nanti 2019, saya akan dukung 100%. Tapi saya tidak terima kalau ada cuitan yang berusaha membangun opini dan mengarah ke pembodohan publik. Saya enggak terima Indonesia itu diisi orang samvah dan mempengaruhi masyarakat dengan opini yang tong kosong nyaring bunyinya.

Kita harus ingat, musuh kita sekarang bukan penjajah. Musuh kita sekarang adalah orang kita sendiri yang punya kepentingan khusus dan terselubung. Zaman sekarang tidak ada penjajah, tapi lebih ke perusak ideologi dan pembuat keributan di masyarakat. Karena akhir-akhir ini saya lihat makin tinggi kedudukan sosial orang, ternyata berbanding terbalik dengan intelektualnya. Menurut saya ini sangat mengkhawatirkan.

Saya rasa ini tidak sepenuhnya masalah pendidikan, tapi masalah moralitas individu orang tersebut serta akhlak yang dimiliki orang tersebut.

Pada akhirnya, saya mau katakan kalau ada teman-teman yang membaca blog ini tolong deh, anda jadi oposisi atau tidak itu tidak masalah. Tapi jangan pengaruhi ideologi dan pemahaman orang dengan opini bodoh kayak begitu. Itu artinya anda sama saja musuh bangsa, pembodohan bangsa. Kalau kalian ikut berpartisipas pembodohan bangsa, kalian tidak ada bedanya dengan para penjajah dulu.

#STOPPEMBODOHANPUBLIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.