Cara Menganalisa Website Penipuan

Topik kali ini masih menyangkut tentang konten negatif yang saya tulis beberapa waktu lalu. Kalau waktu itu sudah diberitahu bagaimana cara melapor, kini topiknya beda.

Kita akan menganalisa sendiri website / blog yang berisi konten negatif. Karena konten negatif sangat banyak, kita kerucutkan menjadi konten website penipuan saja, karena lebih dominan dan sering dijumpai sehari-hari.

Namanya penipuan itu banyak. Dari penipuan sms saja yang sangat simpel hingga kejahatan penipuan yang cukup sistematis melibatkan website untuk meyakinkan si korban. Tapi tenang, ada cara untuk menganalisanya. Saya akan berikan bagaimana cara saya menganalisa.

Analisa Alamat Website

Yang perlu diperhatikan pertama kalinya adalah nama website yang digunakan. Jika memang undian atau hadiah itu adalah benar, maka alamat website yang akan digunakan adalah alamat website premium alias berbayar. Hampir 99% dari penipuan menggunakan website gratisan atau blog gratisan, salah satunya blogspot.com.

Jika kamu melihat undian website dengan akhiran *.blogspot.com, *.blogspot.co.id, dan semacamnya yang mengandung blogspot, bisa dipastikan 100,1 % itu adalah palsu. Karena umumnya si penipu tidak mau mengeluarkan modal hanya untuk menipu si korban. Dia bakal memilih mencari mangsa ya cukup gaptek dan tidak tahu apa-apa.

Analisa Konten Website

Yang paling penting adalah konten website. Logikanya adalah tidak mungkin konten website yang melambangkan existensi dan kebanggaan perusahaan yang akan diperlihatkan ke publik masa menggunakan konten website yang jelek dan cupu?

Salah satu website penipuan seperti di bawah ini :

Saya bukan pakar telematika atau informasi seperti Abimanyu, tapi dari komposisi peletakan gambar dan gambar hasil editan level pemula tidak dapat dibohongi. Bisa dipastikan si pembuat adalah orang biasa yang kemampuan edit gambarnya di bawah rata-rata.

Yang kedua adalah nama Whatsapp INC 2018. Penulisan sangat salah. Perusahaan tidak akan salah menuliskan nama perusahaannya. Yang benar adalah WhatsApp Inc. dengan tanda titik, huruf besar dan kecil yang presisi.

Pada gambar kedua adalah hadiah yang diberikan dengan nama korban yang sudah diatur. Triknya sangat mudah dan ini disebut dengan probabilitas yang sudah diatur sedemikian rupa. Si pelaku hanya perlu mengirim sms / pesan secara masal ke sejumlah nomor dan mengirimkan PIN kode dan faktor kecocokan.

Jika kamu lihat gambar di atas, ada kode PIN WHA012 dengan gambar Menunggu Konfirmasi. Sangat mudah, kode PIN tersebut akan dipakai dengan cara broadcast ke nomor random dan mengatakan PIN anda adalah WHA012 menunggu konfirmasi, lalu si pelaku pada sms mengatakan, info lebih lanjut kunjungi website xxxx. Disitu banyak yang terkena.

Analisa konten selanjutnya yaitu si pelaku penipuan akan menambahkan foto dan nama orang penting untuk mendukung kesuksesan skema penipuan mereka. Seperti di atas mencantumkan orang no 1 di RI lah, atau mencantumkan media nasional lah, dsb. Jangan tertipu.

Paradigma Hadiah Undian

Pada akhirnya cara undian berhadiah ini adalah cara lama dan sudah jarang dipakai. Fakta bahwa sms / website seperti ini masih muncul adalah orang lama yang melakukan metode ini. Karena jelas, undian berhadiah sangat berpotensi merugikan orang jika terkena tipuan dan percayalah, hampir tidak ada yang menggunakan metode ini lagi, kecuali dia perusahaan lama dengan sistem management yang lama.

Undian tidak ada yang gratis 100% intinya, undian adalah take dan give. Memberi dan menerima. Maksudnya, kita akan memberikan sesuatu apapun itu ke perusahaan (tanpa kita sadari) dan perusahaan mengembalikan dengan  bentuk hadiah terimakasih dengan probabilitas (kemungkinan) yang rendah. Intinya adalah saya akan memberikan hadiah jika saya sudah untung banyak. Kalau saya belum untung, untuk apa kasih hadiah? Kira-kira begitu cara pandang penyelenggara hadiah.

Kalau saya sarankan jangan mengandalkan 100% dari hadiah. Bagi kalian yang masih belajar, belajar hingga tinggi. Bagi yang sudah bekerja, maka bekerja dengan keras. Karena tidak ada yang 100% gratis di dunia ini. Selalu ingat prinsip take and give.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.