Mengapa Banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Indonesia

Beberapa topik yang saat ini sedang panas dibicarakan adalah banyaknya TKA (Tenaga Kerja Asing) yang invasi ke Indonesia. Anehnya, isu ini diangkat beberapa bulan terakhir, dimana mengingat adanya pemilihan presiden 2019.

Tapi kita berpikir positif saja dan kita bahas sedikit tentang membludaknya TKA asing ke Indonesia dan menyampingkan isu pihak yang ingin menggunakan momentum ini demi kepentingan pemilihan presiden 2019 ya. Saya sarankan teman-teman baca dan dimengerti sampai habis.

TKA Asing ke Indonesia

Sudah bukan hal yang lumrah kalau banyak TKA asing yang kini menggunakan visa kunjungan untuk bekerja di Indonesia. Kejadian ini pertama kali mulai santer sejak 2 tahun terakhir dan berada di pemerintahan presiden jokowi. Lantas apakah bisa dikatakan kalau Jokowi adalah pro asing seperti yang di gencarkan di media akhir-akhir ini? Mari kita jawab berdasarkan fakta yang ada.

Seperti yang telah diberitakan pada portal berita Hidayatullah, mereka mengungkap banyak TKA asing yang membludak di Indonesia. Katanya banyak TKA asing yang mendominasi proyek PLTU Celukan Bawang di Buleleng Bali. Kemudian dari CNN mengutip banyaknya TKA asing yang invasi ke Indonesia yang jumlahnya hingga 126ribu pekerja. Walau Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan tidak semuanya dari China, namun campuran dan tergabung dalam pekerja ahli. Dan masih banyak lagi berita serupa beberapa bulan terakhir.

Alasan Banyak TKA di Datangkan

Sebelum kita main hakim sendiri, mencibir dan ikut-ikutan merusuh komentar di sosmed atau facebook, kita harus berpikir pakai logika terlebih dahulu. Untuk memudahkan, kita harus berpikir sebagai pemilik pabrik atau perusahaan terlebih dahulu.

Analoginya seperti ini : Kalau saya adalah pemilik perusahaan/pabrik, apa yang harus saya lakukan untuk memaksimalkan profit dan menekan kerugian? Beberapa opsi diantaranya : Mengurangi pegawai yang tidak produktif, rekrut pegawai yang produktif, mendatangkan tenaga ahli, mencari tenaga kerja dengan tarif yang lebih rendah.

Yakin deh, semua orang akan berpikir seperti itu. Jika kamu sadari, beberapa pemilik pabrik dan perusahaan memang kurang lebih pemikirannya seperti di atas. Bahkan dikutip dari CNBC Indonesia, banyak perusahaan asing yang pindah dan mempengaruhi eksport meubel di Indonesia. Lalu dari OkeZone mengutip bahwa banyak pabrik yang pindah ke Vietnam. Kemudian pada beberapa pabrik juga ada banyak pemberhentian buruh. Jika kita harus menganalisa, sebenarnya ada apa sih?

Bagaimana cara kita mencari tahu jawabannya? Simpel. Kamu berpikira seakan-akan adalah pemilik pabrik atau perusahaan. Kamu pikirkan untuk mendapatkan profit tinggi dan mengurangi kerugian, apa yang harus dilakukan. Kalau jawaban saya :

  1. Saya akan pindah ke daerah / negara dengan izin lebih mudah dan biaya yang lebih mudah dan kepastian hukum yang lebih.
  2. Saya akan cari buruh / pegawai yang produktif dan akan memecat karyawan / buruh yang tidak produktif. Saya akan rekrut orang yang jago di bidangnya, masa bodo itu asing atau tidak. Yang penting dia mau digaji murah, kinerja bagus.
  3. Saya akan ke negara / daerah dengan cost production yang lebih murah, serta di dukung oleh pemerintahan sana.

Dari 3 hal itu saja bisa kalian pikirkan, apa sih yang salah? Apakah memang salah Jokowi semua? Use your brain. Kita analisa dari sini.

  1. Fakta jika pabrik mau pindah berarti adanya ketidak pastian hukum dan suasana bisnis yang mulai tidak enak. Biasanya dipengaruhi faktor eksternal.
  2. Fakta bahwa banyak buruh / karyawan di berhentikan berarti pihak management pabrik berpikir banyaknya tenaga kerja yang sudah tidak produktif. Mungkin banyak yang menuntut gaji, sering demo, malas kerja, dsb saya kurang ngerti. Tapi salah satu faktornya seperti itu. Dari pada pusing dengan yang sering minta naik gaji atau demo, si pemilik pabrik lebih mudah PHK saja tenaga kerja yang tidak produktif itu dan cari yang baru kan?
  3. Meroketnya kurs rupiah berimbas juga untuk biaya produksi awal suatu pabrik/perusahaan. Walau kurs rupiah menurut akibat faktor eksternal, hal ini tidak dapat dipungkiri, salah satu jalannya adalah memperkuat PDB (Produk Domestik Bruto) dengan menggalakkan pajak dan membawa investor asing sebanyak-banyaknya.

Introspeksi Diri Sendiri

Dari beberapa poin yang sudah diutarakan, sekarang kita sudah mengerti mengapa banyak TKA asing yang masuk ke Indonesia. Jangan harap kita mau unggul kalau mental dan tenaga kerja kita tidak produktif. Sayangnya banyak generasi muda yang bagus di Indonesia namun sering dipakai tenaganya untuk :

  1. Saling bully di medsos
  2. Stalking cewek cakep di medsos
  3. Saling adu nyinyir berkaitan dengan politik
  4. Terkena sihir adu domba
  5. Kebanyakan main game
  6. Kebanyakan main tik tok
  7. Kebanyakan main bigo, dsb.

Kalau kamu mau Indonesia maju kita harus instrospeksi diri sendiri. STOP bully hal yang tidak penting, STOP adu nyinyir, STOP adu domba. Jangan termakan hoax dan berita miring yang berpotensi membuat keributan.

Perbaiki kualitas diri, jangan sering demo minta naik gaji, perbaiki attitude diri, bayar pajak tepat waktu, kurangi mengeluh dan buat drama di pabrik / kantor. Karena sebenarnya kualitas ekonomi Indonesia itu sendiri dimulai dari attitude dan perilaku dari pekerja indonesia itu sendiri. Apakah mentalnya lemah, apakah pekerja keras.

Teman-teman harus tahu kalau ASEAN akan memasuki perdagangan bebas atau semacam Free Trade Zone. Semua negara bebas bertransaksi, bebas rekrut, bebas berusaha, pertanyaannya apakah kita siap dengan mental kita yang sekarang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.