Rupiah (Bisa) Tembus ke Rp 15.000 di 2018, Salah Jokowi?

Sedikit kita membicarakan masalah ekonomi bangsa ini karena kuping saya agak pedas karena akhir-akhir ini banyak orang yang semakin intense menyebarkan hoax dan komplen sana sini, entah itu di blog, website ataupun sosial media.

Saya memang bukan ahli ekonom walau saat ini kerjaan saya sebagai System Administrator di perusahaan swasta, tapi saya dulu juga belajar ekonomi sedikit dan konsep ekonomi itu sendiri. Jadi bagi kalian yang membaca artikel ini please, hentikan berita ga jelas dan mulai gunakan otak anda. Karena anda diperalat.

Di sini saya akan memberitahu secara singkat dan padat. Berita rupiah menurun memang santer, tapi bagi yang enggak tahu bakal mencibir dan menghujat pemerintahan. Jika dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa penyebab di sini:

  • PR presiden dan pemerintahan sebelumnya yang belum kelar
  • Banyak proyek vital negara yang mangkrak
  • Produktivitas negara tidak efektif
  • Kepentingan pribadi dan politik

Secara tidak langsung bekas pemerintahan yang dulu-dulu efek dari proyek dan kebijakan yang kurang optimal berimbas ke pemerintahan sekarang. Carut marutnya pemerintahan periode dulu di tutup-tutupi dan saat ini pemerintahan Jokowi sedang berusaha membetulkan itu semua tanpa harus mengeluh.

Salah satu efeknya yang paling parah adalah melemahnya rupiah melemah. Kalau orang asal bunyi, rupiah melemah salah presiden masa kini. Kalau di telusuri, kalau saja proyek strategis pemerintah dan proyek vital infrastruktur pemerintah tersebut bisa terselesaikan dan tidak mangrak, kita sekarang tidak akan terkena imbasnya.

Kemudian hal lainnya adalah mendekati tahun politik, semua orang punya ambisi dan visi misi. Entah itu membangun negara, atau mengisi kantong dompet sakunya sendiri. Jadi sudah jelas, logikanya yang suka menjelek-jelekkan kompetitor lain punya maksud dan tujuan pribadi dan saya rasa dia punya rencana yang buruk. Toh kalau tujuan dia baik, mengapa harus menggunakan cara kotor?

Jadi sudah jelas, logikanya yang suka menjelek-jelekkan kompetitor lain punya maksud dan tujuan pribadi dan saya rasa dia punya rencana yang buruk. Toh kalau tujuan dia baik, mengapa harus menggunakan cara kotor?

Pada dasarnya pelemahan rupiah ada 2 faktor. Yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Jika kalian mau perhatikan, melek berita, melek pengetahuan dan baca berita internasional, seluruh negara terkena pelemahan nilai mata uang mereka terhadap USD (Amerika). Jadi sekarang, stop jadi badak yang di cocol hidungnya dan buka mata, pakai logika anda, baca berita.

Kalau semua salah Jokowi, yasudah sekalian saja ada kerusuhan di Amerika mengakibatkan ratusan orang tertembak dan hal tersebut jelas mempengaruhi stabilitas nilai mata uang USD (Amerika) kamu salahkan Jokowi juga gitu? Atau ada kerusuhan di Eropa, lalu Eropa terpuruk, USD juga kemudian kamu salahkan Jokowi juga gitu? Hanya gara-gara ada orang yang koar-koar kurs Indonesia 2018 melemah di pemerintahan Jokowi?

Kalian harus tahu, faktanya semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara maka semakin banyak investor asing yang masuk untuk menanamkan sahamnya di Indonesia. Faktanya, semua negara seperti itu. Gunakan kepintaran kalian, karena tidak ada negara yang bisa membiayai semua kebutuhan negara tersebut tanpa bantuan investor. Jadi jangan termakan isu hoax Indonesia di pemerintahan Jokowi semakin dijajah dengan banyaknya antek asing yang masuk. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi suatu negara otomatis banyak investor asing yang masuk untuk menanamkan saham.

Jadi jangan termakan isu hoax Indonesia di pemerintahan Jokowi semakin dijajah dengan banyaknya antek asing yang masuk. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi suatu negara otomatis banyak investor asing yang masuk untuk menanamkan saham.

Petumbuhan ekonomi berarti kita membicarakan GDP (Produk Bruto Nasional) yang secara langsung mempengaruhi nilai Rupiah itu sendiri. Mudahnya seperti ini, semakin tinggi GDP kita, maka semakin kuat rupiah.

Jika GDP menguat, para investor akan melihat Indonesia adalah pasar yang sangat enak untuk investasi. Secara otomatis para pengusaha berbondong-bondong akan menukarkan milyaran bahkan trilyunan uang mereka ke mata uang Indonesia. Lalu apa pengaruhnya? Semakin banyak orang yang membeli rupiah atau menukarkan rupiah, maka nilai rupiah kita akan menguat di internasional. Dan secara otomatis, keadaan ekonomi kita akan membaik dan gak bakal ada lagi isu yang enggak jelas untuk kepentingan black campaign pemilu. GDP dipertahankan saja sulit, apalagi menambah persentase GDP nasional.

Tapi untuk mendukung GDP yang kuat dan mendatangkan investor ke Indonesia, tentunya harus dipenuhi beberapa syarat penting untuk berbisnis, seperti :

  • Kebijakan bisnis di revisi dan dipermudah
  • Infrastruktur (seharusnya) dibangun untuk mempermudah akses

Berarti dari kesimpulan di atas, bisa diambil semakin banyak kalian mengganggu pemerintahan bekerja dan menyebarkan postingan enggak jelas dengan tema menjelekkan Jokowi dan pemerintahannya serta menyebarkan berita hoax yang tidak bermutu berarti kalian memperlamat kinerja pemerintahan.

Secara langsung imbasnya akan ke masyarakat, bukan ke kalian saja yang suka mencibir pemerintahan. Karena pada dasarnya pelemahan nilai mata uang tidak bisa di bendung dan siapapun presidennya, tidak bisa membendung ini.

Bagi kalian yang membaca artikel ini, stop mencibir pemerintahan, stop jadi antek politik kalian hanya diperdaya saja karena menjelang pemilu presiden. Tidak ada yang salah tidak ada yang benar, sekarang jangan hiraukan hoax belajar, bekerja keras dan bantu pemerintahan. Tugas mereka sudah berat kalian tambah lagi ya kita dan kalian juga yang terkena imbasnya. Jadilah orang dewasa dan bijak, pastikan komentar / pernyataan anda bisa dipertanggung jawabkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.