Tips bagi yang ngantor di daerah Kuningan

Jakarta adalah salah satu kota besar yang dimana sebagian besar perekonomian Indonesia berputar di kota ini. Salah satu daerah yang terpadat adalah Kuningan, Jakarta.

Bagi yang bekerja sebagai pegawai swasta atau pekerja kantoran atau pekerja apapun itu di daerah Kuningan, tentunya mengetahui keadaan di sekitar daerah Kuningan bukan? Selain berurusan dengan yang namanya panas dan asap kendaraan, anda juga harus berurusan dengan musuh utama, yakni macet. Salah satu problematika ibu kota jakarta yang hingga saat ini sukar untuk diselesaikan.

Yang namanya macet sudah pasti membuat kita jadi jengkel dan penat. Masih mending kalau kemacetan hanya berlangsung sebentar (3-5 menit lah), namun kalau macet sudah berlangsung secara terus menerus hingga 30 menit. Selain membuat lelah dan pegal, menyita banyak waktu juga kan?

Saya beritahu saja, membawa kendaraan pribadi sebenarnya bukan menjadi solusi melewati kemacetan. Secara tidak langsung, anda ikut membuat macet juga. Logikanya, misal anda bawa 1 mobil cuma sendirian, untuk kepentingan 1 orang saja anda membuang ruang di jalan raya sekitar 2 x 1 meter. Masih mending kalo mobilnya terisi penuh.

Kalo saya saranin pakailah transportasi umum. Hal ini agar mengurangi tingkat kepadatan para pemakai kendaraan pribadi. Namun bukan berarti memakai transportasi umum tidak bisa ontime masuk kantor. Berikut beberapa tips dan trik yang akan saya bagikan. Sebagai catatan, referensi yang saya bagikan sudah saya terapkan sendiri.

Naik kereta commuterline

Sangat disarakan menggunakan kereta commuter line dari stasiun manapun dan turun pada stasiun terdekat dengan Kuningan. Bisa turun di stasiun Cawan, stasiun Tebet atau stasiun Sudirman? Cobalah pakai google map dan mulai mengkalkulasikan jarak dan perkiraan kendaraan. Pastikan menggunakan kartu elektrik sepert Flazz / BRIZZI / Tap Cash / Mandiri e-money.

Kenapa saya sarankan kartu yang satu paket dengan merk bank? Hal ini lebih memudahkan kita untuk isi ulang saldo kartu elektrik tanpa harus mengisi di stasiun. Karena kalo kartu elektrik dengan merk bank, setahu saya pasti selalu bisa isi saldo lewat ATM atau ebanking.

Naik transjakarta

Setelah turun dari kereta, bisa disambung dengan bus transjakarta. Nah, enaknya menggunakan kartu elektrik merk bank, kartunya sudah terintegrasi dengan busway transjakarta. Jadi tinggal Tap ke mesin dan langsung pergi, ketimbang anda repot-repot ngantri beli tiket busway transjakarta.

Enaknya lagi kalau anda naik bus APTB (warna biru) yang kini tidak perlu bayar 5rb lagi untuk antar koridor Jakarta. Perlu diketahui, tipe bus di bawah ini sangat direkomendasikan karena pengendaranya yang selalu cepat. Dan bus transjakarta biasanya kecepatan maksimal cuma 40 km/jam saat jalan raya ramai, jadi gak mungkin ngebut-ngebut.

  • APTB biru
  • Transjabodetabek biru
  • Feeder busway (bus kecil)

Tidur teratur

Peraturan yang satu ini wajib dilakukan. Selalu tidur di bawah jam 11 malam. Dan selalu luangkan waktu sekitar 6 jam biar badan dan pikiran selalu fresh setiap kali bekerja. Berarti bangun jam 5 pagi kemudian mandi dan selalu sempatkan sarapan!

Bagi yang suka nongkrong di kantor hingga larut malam, perlu diperhatikan untuk menghilangkan kebiasaan nongkrong dan dinner lama-lama. Karena jujur saja, cuma ngeberatin beban sendiri. Anda capek dan paginya harus kerja lagi, kecuali hari jumat.

Nah, mungkin itu saja tips yang bisa saya kasih. Memang sih simpel, tidak ada ramuan khusus atau apapun. Sebenarnya semua itu mudah dan dimulai dari diri sendiri. Asal ada kemauan dan komitmen yang kuat, pasti bisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.