Install torrent di VPS Linux Centos

Pernah dengar istilah kata torrent? Torrent adalah istilah metode pembagian file berdasarkan peer to peer connection. Maksudnya, torrent adalah sebuah protokol berdasarkan metode berbagi merata pada tetangga (koneksi) terdekat.

Konsep ini sangat bermanfaat khususnya untuk distribusi file besar (dalam Giga) seperti file filem, game atau instalasi besar. Selain di Windows, torrent juga bisa kita install pada VPS server. Bedanya, VPS mempunyai koneksi yang lebih besar serta tanpa adanya graphic user interface.

Sebenarnya saya lebih suka bertorrent ria menggunakan vps linux. Karena memang kebutuhan saya cukup banyak untuk mendownload beberapa file yang cukup besar dan mendistribusikan setiap harinya.

Perlu diingat, tidak semua penyedia vps linux membolehkan kita untuk melakukan kegiatan torrent di vps mereka. Kita harus memastikan dan bertanya dengan pihak penyedia terlebih dahulu apakah dibolehkan atau tidak. Kalau tidak boleh tapi kamu tetap ngeyel jangan salahkan saya kalau vps service kamu tiba-tiba di terminate oleh penyedia ya. Jika mau host sama saya boleh, murah meriah :v

Oke saya asumsikan kalian sudah punya vps linux dengan kapasitas penyimpanan yang mumpuni. Minimal untuk install torrent 256 MB namun rekomendasi 1 GB kalau memang file torrentnya banyak.

Kita akan menginstall torrent versi transmission pada linux centos.

yum update
yum install transmission transmission-daemon

Instalasi agak lama, sekitar 2-3 menitan. Karena kalau tidak salah ada banyak depencies yang harus di install juga. Kita menginstall transmission yang mana adalah versi command line, lalu transmission-daemon yang mana adalah versi web interface.

Setelah selesai, kita generate file confignya dulu. Untuk generate file confignya, kita harus run aplikasinya terlebih dahulu.

/etc/init.d/transmission-daemon start

Kemudian kita stop kembali dan mulai edit file config.

/etc/init.d/transmission-daemon stop

Untuk edit file, pastikan kalian menggunakan user root langsung (biar ga repot-repot). Kemudian pilih editor linux kalian (pico, nano, vi, vim) terserah. Kalau saya terbiasa dengan vi.

vi /var/lib/transmission/.config/transmission/settings.json

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan harus kamu ubah agar aplikasi transmission pada vps linux kalian berjalan mulus.

"download-dir": "/path/to/dir/",
"rpc-authentication-required": true,
"rpc-enabled": true,
"rpc-password": "passwordxxx",
"rpc-port": 7777,
"rpc-username": "aku",
"rpc-whitelist-enabled": false,

Dimana /path/to/dir adalah direktori dimana nanti file hasil torrent tersebut akan disimpan.

rpc-authentication-required berarti saat mengakses alamat web interface torrent tersebut, membutuhkan akses khusus.

rpc-enabled harus diaktifkan karena merupakan bagian dari interface.

rpc-password harus ditentukan karena untuk akses masuk membutuhkan username dan password. Definisikan password kalian. Setelah itu di save. Kemudian password tersebut akan berubah menjadi hash. Begitu juga dengan rpc-username.

rpc-port adalah port tertentu jika kamu ingin mengakses web interface torrent transmission. Gunakan port yang unik, dan berbeda dari service linux lainnya. Misal 7777. Jadi nanti aksesnya 1.2.3.4:7777.

Perlu diperhatikan untuk menonaktifkan rpc-whitelist-enabled menjadi false.

Setelah selesai, save editornya dan kita jalankan aplikasinya dengan load config sekaligus. Jalankan dari user root juga tidak apa-apa.

transmission-daemon --config-dir /var/lib/transmission/.config/transmission

Kemudian berdasarkan config sebelumnya port yang diakses adalah 777. Jadi 1.2.3.4:7777, lalu masukkan username dan passwordnya yang sesuai dengan config yang kita masukkan sebelumnya. Mudah bukan? Tapi saya sarankan sewa vps linux dengan storage yang cukup besar dan tentunya bole running torrent ya.

Jika berminat, bisa cekidot lapak torrent server saya di Encore Torrent.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.